Beranda > Opi Niku > Upin dan Ipin : tayangan moral dari negeri tetangga

Upin dan Ipin : tayangan moral dari negeri tetangga

upinipinBaru-baru ini, tepatnya momen romadhon, televisi berlomba-lomba menayangkan tontonan yang berbau-bau islami. Bahkan jauh hari sebelum romadhon tiba, iklan tayangan sudah beredar. Maksudnya agar penonton tahu dan tidak ketinggalan hari dan jamnya. Hampir seluruh televisi “latah” menayangkan tontonan yang dianggap religi atau yang nyrempet-nyrempet religi. Tapi sayang, ternyata hiburan romadhon di Indonesia di dominasi sinetron dan humor belaka. Yang sama sekali tidak mendidik, justru berpotensi merusak baik moral bangsa juga sakralitas romadhon. Tak jarang romadhon dimaknai dengan saatnya nonton humor, mulai dari sahur sampai buka puasa. Tapi ya gak tahu kok banyak yang seneng.

Ada satu tayangan yang berbeda yang pernah aku tonton dan lumayan suka karena memberi warna berbeda. Upin dan Ipin. Sebuah karya negeri tetangga yang sarat nilai religi dan mendidik sekaligus menghibur. Yang pas ditonton siapa saja karena film ini bercerita tentang kegiatan sebuah keluarga di bulan romadhon. Pas ditonton siapa saja karena anak-anak juga boleh nonton dan bahkan tujuan utamanya adalah untuk anak-anak.

Ada dua bocah yang jadi bintang utamanya yaitu Upin dan Ipin yang hidup bersama kakaknya  dan neneknya. Penuh kelucuan, ketika melihat bagaimana kedua bocah ini memahami proses berpuasa. Dan bagaimana tingkah laku anak-anak seusia mereka  menjalani kehidupan anak-anak sehari-hari. Dan yang pasti bermanfaat bagi pendidikan anak-anak kita.Hanya sayang tidak di dubbing ke bahasa Indonesia. Kalau di dubbing kan jadi bisa dipahami anak-anak kita.

Sebenarnya aku sudah tahu film ini sejak beberapa bulan lalu ketika ngajar di SDIT. Dan sangat terapresiasi ketika ditayangkan di televisi. Dan kalau sedang tidak tilawah atau baca buku biasanya nonton film ini. Lumayan sebagai hiburan. Kapan ya Indonesia bisa bikin film kayak gini?

Kategori:Opi Niku Tag:, , ,
  1. 25 Agustus 2009 pukul 6:09 am | #1

    Dan yg lebih memprihatinkan lagi di Indonesia adalah tuntunan jadi tontonan dan tontonan jadi tuntunan, tul?
    Btw, pelm upin-ipin ditayangkan dimana n kpn ya…:)

  2. satufikr
    3 September 2009 pukul 3:50 am | #2

    yup..itulah tanda kebobrokan moral sebagian masyarakat kita.. upin dan ipin tayang di TPI jam 16.30… nek mau lihat yang lebih di SDIT Husnayain, Tempel ada kok..hehehehe

  3. itsna
    8 September 2009 pukul 5:47 am | #3

    cuma mau nyoba ngomen…..afwan

  4. yolanda
    14 Desember 2010 pukul 7:27 am | #4

    emang w juga cuma mau nyoba ngomen………..yolanda

  1. 19 Maret 2014 pukul 3:34 am | #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: