Beranda > Seputar NiKaH > Tahapan -Tahapan Ta’aruf Via BIODATA

Tahapan -Tahapan Ta’aruf Via BIODATA

Pada postingan sebelumnya telah dibahas bahwa jodoh salah satunya diperoleh lewat biodata. Tentu saja tidak serta merta ada biodata, kita setuju lalu jadi. Ada tahapan-tahapan atau proses yang harus dilalui. Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya kita coba menggali apa sih enaknya atau kelebihan via BIODATA ini. Tentu saja setiap cara ada kelebihan dan kekurangan. Tapi asalkan semuanya berpangkal pada bahwa mencari jodoh juga berarti mencari keridhoan Alloh maka jika kita ikhlas menjalani semuanya karena Alloh maka akan menjadi lebih ringan.

Ini dia kelebihan via BIODATA:

  1. Belum saling mengenal sehingga keputusan diambil dengan lebih mudah (terutama untuk bilang tidak alias menolak) karena belum tahu satu sama lain.
  2. Kita bisa memilih mana yang menurut kita lebih cocok dan sepadan dengan kita. Bisa milih dari daerah mana, atau latar belakang bagaimana, atau profesi apa dan lain sebagainya. Tapi ingat bahwa terlalu banyak kriteria yang bukan syar’i akan mempersulit diri. Jadi harus berani dan bijak dalam mempertimbangkan.
  3. Kita bisa mengetahui gambaran besar karakter seseorang sehingga kalau nantinya jadi maka sedikit banyak kita telah tahu karakternya. Jadi lebih mudah menyesuaikan.

Ada kelebihan ada pula kelemahannya. Adapun kelemahannya bahwa dalam proses ini dituntut kejujuran masing-masing pihak (ikhwan-akhwat) dalam menuliskan karakter dan kriteria masing-masing. Meskipun nantinya juga akan ketahuan jika ada kepalsuan atau kepura-puraan. Sehingga jika ada yang tidak jujur maka akan menyakiti yang lain dan bisa pula jadi tidak percaya dengan proses semacam ini.

Setelah tahu kelebihan dan kelemahannya maka tinggal kita pilih mana yang sesuai dengan diri kita. Memang tak ada paksaan untuk mencari lewat cara apa yang penting kita tahu aturan masing-masing cara.

Mari kita masuk ke inti bahasan yaitu tahapan-tahapan ta’aruf (perkenalan) via BIODATA:

  1. Menulis biodata mengenai diri sendiri, baik data pribadi maupun gambaran tentang keluarga kita. Jangan khwatir silakan minta blanko ke Murobbi atau Murobbiyahnya masing-masing. Isi dan buat dengan sejujur-jujurnya dan terbuka (terutama abtraksi tentang keluarga dan kepribadian). Insya Alloh kalau sempat ane postingkan juga contoh biodata dan abstraksi.
  2. Setelah itu berikan ke murobbi atau murobbiyah masing-masing. Ingat jangan serahkan ke murobbi/ah orang lain.hehehe.. Karena nanti akan dilampiri rekomendasi dari murobbi/ah-nya. Nah setelah itu kita tinggal menunggu untuk diproses. Jangan menganggap prosesnya bakal cepat begitu mengumpulkan esok harinya langsung dipanggil audisi..hehehe.. Harus sabar menunggu karena biodata yang numpuk juga banyak. Terutama bagi akhwat biasanya lebih lama karena data yang numpuk bisa beberapa kali lipatnya dibanding datanya para ikhwan. Rata-rata antara 1 bulan sampai bertahun-tahun. Untuk itu berdoa saja semoga disegerakan.
  3. Untuk proses selanjutnya akan kita bagi menjadi proses ikhwan dan akhwat. Karena ada beberapa perbedaan untuk selanjutnya bisa menyatu kembali.Proses ikhwan:
    Ikhwan mendapat biodata dari murobbi. Biasanya dalam satu kali bisa dapat antara 1-3 biodata. Silakan baca dan pelajari masing-masing biodata. Setelah itu sholat istikhoroh untuk memutuskannya. Biasanya diberi tenggat waktu antara 1-2 minggu. Dalam kasus khusus ada pula yang sampai 2 bulan.hehehe.. Tapi lebih tepat (antara 1-2 minggu itu) lebih baik. Jangan menahan biodata terlalu lama, takut mendzolimi akhwatnya. Setelah mantap dengan salah satu (ingat!!! mantap dengan salah satu, tidak boleh mantap dengan dua biodata) segera beritahukan murobbi agar segera disampaikan ke pihak akhwatnya (tentu saja melalui murobbiyahnya). Sampai tahap ini jangan senang dulu, karena masih harus menunggu persetujuan akhwat untuk tahap selanjutnya.
    Nb: Kalau tidak sreg dengan biodata-biodata yang diperoleh ya silakan segera pula kembalikan ke murobbi, untuk nanti dicarikan biodata baru lagi.Proses akhwat:
    Setelah ikhwan menyatakan memilih biodata akhwat maka murobbi sang ikhwan akan menghubungi murobbiyah sang akhwat untuk menyampaikan biodata sang ikhwan. Dalam hal ini akhwat hanya memperoleh satu biodata saja. Silakan baca dan pelajari biodatanya. Setelah itu sholat istikhoroh untuk memutuskannya. Biasanya diberi tenggat waktu antara 1-2 minggu. Hampir sama juga dengan ikhwan. Jangan terlalu lama karena ikhwan juga menunggu sambil harap-harap cemas.hehehe… Baik menerima atau menolak untuk proses selanjutnya harap segera hubungi murobbiyahnya. Kalau sudah menyatakan setuju maka siap-siap untuk proses taaruf nyata dengan bertemu. Siapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin masih mengganjal di hati dan butuh untuk ditanyakan. Karena ada pengalaman beberapa teman yang ketika taaruf bingung apa yang mau ditanyakan. Sementara juga bingung kalau tidak bertanya..Gimana tuh jadinya?
    Nb: kalau menolak biodata berdoalah semoga biodata yang akan datang lebih cocok dan juga tidak terlalu lama.Kembali ke proses ikhwan:
    Setelah menyatakan setuju dan menghubungi murobbiyahnya maka selanjutnya murobbiyah akhwat akan menghubungi murobbi ikhwan yang intinya menyampaikan bahwa sang akhwat setuju untuk lanjut. Begitu juga kalau akhwat tidak menginginkan lanjut, akan disampaikan lewat murobbi ikhwan. Agar lebih terjaga hatinya. Nah makanya tadi dibilang jangan senang dulu karena masih ada dua kemungkinan jawaban diterima atau ditolak. Berdoalah agar yang terbaik yang kita dapat. Kalau ditolak ya mohon ke murobbi untuk segera dicarikan lagi. Kembali mulai tahap 3 ini dari awal.
  4. Setelah ikhwan dan akhwat setuju untuk lanjut maka agendakan kapan bisa taaruf nyata dengan bertemu. Ini harus ada kesepakatan dan juga tidak terlalu lama kecuali ada alasan syar’I yang memaksa untuk menunggu.
  5. Dalam proses pertemuan pertama ini akan didampingi masing-masing murobbi dan murobbiyah. Jangan berpikir ketemuannya cuma berdua saja.hehehe.. Tujuannya adalah lebih mengenal karakter masing-masing dengan lebih dalam dan sekalian nadzor (melihat). Nah caranya bisa dengan pemaparan alias presentasi lalu dilanjutkan tanya jawab (mirip wawancara seleksi hehehe) atau langsung tanya jawab tentang hal-hal yang memang urgen (penting) untuk ditanyakan. Makanya tadi disampaikan tulis pertanyaan-pertanyaan yang harus disampaikan agar tidak menyita waktu dan yang pasti lebih mengena sasaran. Tips: tanyakan hal-hal yang prinsipil saja. Meskipun untuk hal-hal yang tidak prinsipil tetapi jadi pertimbangan penerimaan juga boleh ditanyakan. Semisal rencana tempat tinggal setelah nikah, pekerjaan istri dan lain-lain. Intinya jangan mempersulit diri, tetapi segala ganjalan bisa terungkapkan. Jujur saja dan jangan takut mengungkapkan yang sebenarnya. Dalam proses ini bisa berlangsung cepat, ada pula yang lamaaa sekali. Tergantung banyak tidaknya hal yang harus ditanyakan dan dibahas. Biasanya cukup sekali ketemu, tetapi ada juga yang meminta pertemuan selanjutnya dikarenakan banyak hal yang harus ditanyakan lagi.
  6. Setelah taaruf pertama ini, masing-masing kembali beristikhoroh untuk menentukan apakah yakin atau tidak setelah mendengar jawaban dan pemaparan langsung dari pihak yang diajak taaruf. Dalam memutuskan silakan diskusi dengan orangtua mengenai pihak yang telah mengajak/diajak taaruf. Boleh juga bertanya pada murobbi, tanya pendapatnya dan pertimbangannya. Setelah mantap maka silakan beritahukan kepada murobbi/ah masing-masing mau lanjut atau tidak. Nanti antar murobbi akan berkomunikasi dan menyampaikan hasil/jawaban dari pertemuan pertama. Dalam hal ini sang ikhwan akan ditanya terlebih dahulu oleh murobbinya, mau lanjut atau tidak. Baru setelah itu murobbi sang ikhwan akan menghubungi murobbiyah sang akhwat. Murobbiyah sang akhwat akan menyampaikan jawaban ikhwan kepada sang akhwat. Murobbiyah juga akan mendengarkan jawaban akhwat apakah lanjut atau tidak. Lalu akan dikomunikasikan lagi dengan murobbi sang ikhwan utnuk selanjutnya disampaikan kepada sang ikhwan. Alhamdulillah kalau semua menginginkan lanjut, kalaupun tidak berarti kembali ke proses nomer 3 lagi. Mulai dari awal lagi…
  7. Proses selanjutnya yaitu masing-masing pihak mempresentasikan sang calon (afwan saya bahasakan demikian biar gampang memahaminya) kepada orangtua. Biasanya orangtua akan bertanya mengenai latar belakang sang calon dan berbagai hal lainnya. Silakan jawab apa adanya. Jangan membaik-baikkan atau memburuk-burukkan. Karena ini akan kita pertahankan jangka panjang dan penerimaan orangtua harus dipertimbangkan. Jangan sampai kita menikah tapi orangtua tidak setuju.. gak banget deh..Hasil dari tahap ini juga akan berpengaruh terhadap tahap selanjutnya. Kalau orangtua tidak setuju berarti cukup sampai di sini. Berarti mengalami kegagalan dan harus mulai dari awal lagi.
  8. Setelah semua setuju maka biasanya ada kunjungan dari pihak ikhwan baik didampingi murobbi atau teman kepada orangtua akhwat. Tujuannya mengenalkan diri dan menyampaikan maksud untuk serius dengan putrinya. Di sini pula orangtua akhwat akan bertanya mengenai latar belakang ikhwan. Jawab dengan jujur dan apa adanya. Jangan membaik-baikkan jangan pula memburuk-burukkan. Dari pertemuan ini orangtua akhwat akan menilai ikhwan apakah pantas untuk diterima atau tidak. Makanya bikinlah kesan pertama yang menyenangkan tapi jujur jangan dibuat-buat..hehe..Di sini pula orangtua akan menjawab langsung atau menjawab lewat pemberitahuan selanjutnya. Tapi biasanya orangtua sudah setuju. Tetapi tidak menutup kemungkinan orangtua tidak setuju yang berarti proses dinyatakan gagal.
  9. Setelah orangtua akhwat setuju maka selanjutnya adalah pertemuan antar keluarga. Dalam adat Jawa, orangtua ikhwan berkunjung ke orangtua akhwat untuk memperkuat maksud sang ikhwan. Jika sudah sampai tahap ini maka secara resmi berarti sang akhwat telah dipinang. Meskipun sebenarnya sejak ikhwan datang baik dengan murobbi atau teman ke rumah orangtua akhwat berarti sang akhwat telah dipinang.
  10. Untuk selanjutnya masuk ke proses menuju pernikahan. Ini tergantung adat istiadat masing-masing daerah.

Demikian gambaran besar bagaimana ta’aruf / perkenalan yang didahului dengan biodata. Mungkin terlihat ribet dan sulit tetapi yakinlah kalau sudah menjalani insya Alloh cukup mudah dan sederhana. Yang penting tahu aturan-aturannya.. Yang pasti janganlah menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dikenal dan tidak jelas asal-usulnya baik secara syar’i maupun secara manusiawi. Makanya fungsi taaruf adalah mengenal calon pasangan hidup. Meskipun awalnya gak kenal tetapi pastikan sebelum menikah sudah kenal.

NB: Yang namanya jodoh itu segala prosesnya insya Alloh mudah. Jadi kalo sudah sulit berarti kemungkinan besar proses akan mengalami kegagalan. Jadi persiapkan hati untuk tidak berharap jika rasa-rasanya prosesnya kok sulit.

*bandung, 22-11-2011, memenuhi janjiku pada seseorang.. :)

  1. 24 Desember 2011 pukul 4:56 am | #1

    hmmmm pengalaman pribadi ya…ajari yang tanpa biodata dong???

    • satufikr
      27 Desember 2011 pukul 5:57 am | #2

      yang tanpa biodata gampang-gampang susah. karena sudah pasti melibatkan hati dulu. kalo sudah cinta biasanya agak kurang bisa bersikap adil antara iya dan tidak. pasti akan lebih ke ‘iya’ daripada ‘tidak’nya padahal mungkin dalam beberapa sisi ada hal yang mengganjal, tapi akan dimaklumi..

  2. 26 Februari 2012 pukul 8:30 am | #3

    berapa lama masa expired taaruf itu hingga ke jenjang pernikahan?
    karena ada yg berencana nikah tahun depan tapi pihak wanitanya minta taaruf dulu (lewat murobbi, persis tahapan yg disampaikan diatas).

  3. 17 Januari 2013 pukul 1:22 pm | #4

    poin ke 10, lebih baik, bila memang awalnya syar’i, nikah nya pun juga syar’i.
    maksudnya adalah acara atau resepsi pernikahan. Memang kita sekarang ini di Indonesia itu sudah tercampur dengan adat istiadat.
    saya juga pernah membaca artikel (maaf, saya lupa). seharusnya resepsi pernikahan yang islami adalah tamu undangan pria dan wanita itu dipisah.
    Sangat jarang sekali memang. Tetapi harus mulai kita dipikirkan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: