jump to navigation

Adab Memasuki Rumah Orang Lain Oktober 21, 2009

Posted by satufikr in Addin.
Tags: , , , ,
add a comment

rumahnanasDiantara kesempurnaan Islam adalah diaturnya kegiatan manusia dari yang besar bahkan sampai yang kecil yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap sepele. Salah satunya adalah bertamu. Bagaimana sering kita perhatikan bahwa seringkali adab-adab bertamu tak lagi diperhatikan. Orang dengan seenaknya selonong sana selonog sini. Bagi seorang muslim sudah sepantasnyalah segala sesuatu itu sesuai aturan Al-Quran. Di sini disampaikan mengenai adab bertamu yang diambil dari Kitab Tafsir Ibriz. Ditulis hari Rabu 21 Oktober 2009 setelah mengikuti pengajian tafsir rutin setiap pagi. Kali ini mengenai Quran Surat Annur ayat 27 -29.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu  ingat. [:27]

Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [:28]

Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” [:29]

Keterangan Tafsir :

(lagi…)

Yang Berhak Menjadi Imam September 9, 2009

Posted by satufikr in Addin.
Tags: , ,
add a comment

imamabdulqodirDiceritakan dari Muslim dari Ibnu Mas’ud berkata : Baik menjadi imam suatu kaum orang yang lebih bisa membaca Alqur’an, maka apabila bacaannya itu sama maka yang menjadi imam yang lebih tahu masalah sunnah, apabila pengetahuan tentang kesunnahan sama maka lebih baik menjadi imam suatu kaum adalah yang lebih dahulu hijrahnya, maka apabila kaum hijrahnya sama maka lebih baik yang menjadi imam yang lebih tua usianya, Jangan menjadi imam seorang laki-laki yang menjadi kekuasaan orang laki-laki dan jangan duduk seorang laki-laki di rumahnya seorang laki-laki atas kemuliaan seorang laki-laki kecuali mendapat ijin laki-laki itu.

Menurut hadits diatas maka urutan orang yang berhak menjadi imam adalah :

1. Orang yang bacaan Al Qurannya paling bagus.
Hal ini terkait pula dengan kefasihan dan kelurusan bacaannya, betul makhroj dan tajwidnya serta hukum-hukum bacaan yang menyertainya.

2.Pengetahuan / ilmu tentang sunnah lebih dalam.
Orang yang lebih tahu masalah agamanya diutamakan daripada orang yang pengetahuan agamanya sedikit.

3.Orang yang lebih dahulu hijrahnya.

4.Yang lebih tua usianya.

PERLU KITA RENUNGKAN

Sementara di sebagian masyarakat kita, yang menjadi imam biasanya orang yang paling tua karena dianggap yang paling mengetahui dan mumpuni meskipun dari sisi bacaan terkadang tidak betul dan kurang berhati-hati. Panjang pendek tidak terkontrol, kapan berhenti dan kapan disambung tidak dipedulikan, bahkan membacanya dengan tergesa-gesa pun tidak menjadi soal. Bahkan yang lebih ironis adalah karena derajat, kedudukan maupun status sosial di masyarakat. Dan sayangnya masyarakat juga percaya sekali dan tidak begitu peduli dengan bacaan imam. naudzubillahi min dzalik.

Dari ‘Aqoil dari Ibnu Umar berkata : Barangsiapa menjadi imam pada kaum, apabila orang itu lebih bisa membaca Al-Quran dari pada imam dan lebih pandai tetapi tidak mau menjadi imam maka Alloh merendahkan (membenci) sampai hari kiamat.

Dari hadits ini diterangkan bahwa Alloh akan merendahkan (membenci) seseorang yang bagus dan pandai membaca AlQuran tetapi dia tidak mau menjadi imam dan membiarkan sholat diimami oleh orang yang bacaanya kurang bagus.

PERLU KITA RENUNGKAN

Sementara kita terkadang rikuh (sungkan) jika mengajukan seseorang yang kita pandang lebih baik bacaannya jika ternyata sudah ada imam padahal kita tahu bacaannya kurang bagus.