<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Satuf1kr</title>
	<atom:link href="http://satufikr.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satufikr.wordpress.com</link>
	<description>Satu dalam Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 05:22:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='satufikr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/724f748beeb3a5a6ea3494f46ff9338a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Satuf1kr</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sebenar-benarnya Cinta</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/11/06/cintaku-beda/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/11/06/cintaku-beda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[makna cinta]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Membahas soal cinta bisa dikatakan &#8220;gak ada matinya&#8220;. Cinta selalu menjadi topik yang &#8220;up to date&#8221; bagi setiap insan, baik yang baru mengenal cinta maupun yang sudah berpengalaman.
Sebenarnya apa sih cinta itu?
Perasaan cinta (bahasa kerennya: mahabbah) merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang terhadap sesuatu sehingga mendorongnya untuk memperlakukan sesuatu itu dengan perasaan gembira, senang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=97&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-100" title="cintasuci" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/11/cintasuci.jpg?w=143&#038;h=95" alt="cintasuci" width="143" height="95" />Membahas soal cinta bisa dikatakan &#8220;<em>gak ada matinya</em>&#8220;. Cinta selalu menjadi topik yang &#8220;<em>up to date</em>&#8221; bagi setiap insan, baik yang baru mengenal cinta maupun yang sudah berpengalaman.</p>
<p>Sebenarnya apa sih cinta itu?</p>
<p>Perasaan cinta (bahasa kerennya<em>: mahabbah</em>) merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang terhadap sesuatu sehingga mendorongnya untuk memperlakukan sesuatu itu dengan perasaan gembira, senang, penuh kasih sayang dan lemah lembut.</p>
<p>Cinta merupakan <em>sunatulloh</em> (fitrah) yang diberikan oleh Alloh kepada semua makhluk termasuk manusia. Dengan cinta, seekor binatang buas bisa merawat dan menyayangi anak-anaknya. Karena cinta, seorang ibu rela mengorbankan hidupnya untuk sang anak. Atas nama cinta pula kita hidup di dunia ini. Kalau boleh dikatakan &#8220;<em>kita hidup karena cinta dan untuk cinta</em>&#8220;.</p>
<p>Seseorang bisa dikatakan cinta atau boleh mengaku mencintai sesuatu jika ia menunjukkan tanda-tanda orang yang jatuh cinta. Apa saja itu?<span id="more-97"></span><strong>1. Rasa kagum</strong><br />
Tak bisa dipungkiri, jika seseorang itu bisa cinta terhadap sesuatu karena kagum. Entah karena keelokan fisik atau keindahan moril. Betapa banyak cinta itu diawali rasa kagum, kemudian berkembang dalam hati, tertanam dalam perasaan dan akhirnya mengakui bahwa inilah yang dicari.</p>
<p><strong>2. Harap dan Rindu</strong><br />
Harap dan rindu selalu mewarnai kehidupan orang yang jatuh cinta. Ia akan selalu berharap bahwa yang dicintainya akan pula membalasnya. Ia pun rindu ketika yang dicintainya jauh darinya.Ia ingin untuk selalu bersama yang dicintai.</p>
<p><strong>3.Takut</strong><br />
Rasa takut disini bukan rasa takut yang mengakibatkan ingin lari meninggalkannya. Justru sebaliknya rasa takut di sini adalah rasa takut kehilangan yang dicintai. Takut pula bahwa yang dicintai tak membalas cintanya. jadi tak heran jika orang yang jatuh cinta akan berbuat apa saja agar yang dicintai tak menjauh darinya.</p>
<p><strong>4.Rela berkorban</strong><br />
Patut dicurigai dan dipertanyakan jika ada seseorang yang mengaku cinta sesuatu, tetapi ia tak mau mengorbankan yang ia miliki untuk mendapatkan cinta yang ia harapkan. Mana BUKTI-nya??? Begitulah seharusnya jika kita cinta sesuatu yaa kita harus rela mengorbankan apa yang kita miliki untuk memperoleh cintanya.</p>
<p><strong>5.Selalu Ingat</strong><br />
Tak ayal lagi, bagi orang yang jatuh cinta ia akan selalu ingat dengan yang dicintai. Saat makan, tidur, bekerja, berjalan bahkan di kamar mandi pun ingat selalu dengan yang dicintai. Seakan isi otaknya hanya dia yang dicintai. Aneh??? tentu saja tidak dan ini wajar sekali bahkan bisa dikatakan wajib.</p>
<p><strong>6. Tunduk</strong><br />
Tunduk di sini berarti bahwa kita siap melakukan apa saja demi yang kita cintai. Bahkan gunung pun akan di daki, lautan di seberangi, gurun sahara dan padang pasir kan dilalui. Semua demi siapa? Demi yang dicintai tentunya.</p>
<p><strong>7. Cemburu</strong><br />
Ehm..ehm..cemburu ya??? Ya wajarlah jika seorang yang jatuh cinta itu mudah cemburu. Cemburu dengan siapa? Tentu dengan orang-orang yang ingin merebut perhatian yang kita cintai. Jangankan yang nyata-nyata dengan terang, yang hanya sepintas lalu mendekat saja kita sudah cemburu. Emang enak cemburu??? Hati-hati dalam cemburu jangan sampai cemburu buta. Jadikan pesaing kita itu menjadi acuan untuk lebih giat lagi meningkatkan kualitas diri.</p>
<p><em>Gimana</em>, sudah berapa tanda-tanda yang kau miliki? Sudah siapkah untuk jatuh cinta?</p>
<p>Tapi sebelum engkau jatuh cinta terhadap sesuatu ada baiknya tahu tingkatan-tingkatan cinta. Kenapa? agar kita tahu apakah cinta kita itu berkualitas atau malah cinta terlarang. Jangan sampai kita salah mengarahkan cinta kita.</p>
<p>Ini beberapa tingkatan cinta:</p>
<p><strong>1. Cinta terlarang </strong><br />
Yaitu cinta kepada selain Alloh dan cinta kepada makhluk karena hawa nafsu. Contohnya cinta kepada jin, syetan dan bala tentaranya. Cinta kepada musuh Alloh. Cinta kepada manusia hanya karena menginginkan hartanya.</p>
<p><strong>2. Cinta tingkat rendah </strong><br />
Yaitu cinta kepada harta, tempat tinggal dan kekayaan lainnya. Semua itu jika tidak terlalu berlebihan. Kita sekedar menyukai barang-barang tersebut saja dan tidak menghalalkan segala cara untuk memperolehnya.</p>
<p><strong>3. Cinta tingkat menengah </strong><br />
Yaitu cinta kita kepada orang tua, kerabat, saudara, suami/istri, anak dan sesama manusia.</p>
<p><strong>4.Cinta tingkat tinggi (Cinta sejati)</strong><br />
Yaitu cinta tertinggi kepada Yang Maha TInggi yaitu cinta kepada Alloh SWT, mencintai segala sesuatu hanya  demi cintanya kepada Alloh SWT, termasuk dalam hal ini cinta kepada Rasululloh SAW, cinta pada agama, orang tua dan sebagainya.</p>
<p>Jadi cinta mana yang akan kita pilih?<br />
Orang yang beriman dan cerdas pastinya akan memilih cinta yang tertinggi. &#8220;Kalau ada yang tertinggi <em>ngapain</em> milih yang rendahan apalagi yang terlarang.&#8221;</p>
<p>Jadi marilah kita mencintai Yang Maha Tinggi dan jadikanlah cinta kita kepada sesuatu itu karena ingin meraih cinta-Nya. Jadi ketika kita cinta terhadap harta, kendaraan , perhiasan atau kepada seseorang pastikan bahwa itu bisa menambah cinta kita kepada-Nya. Kalau malah menjauhkan dari-Nya maka wajib bagi kita menjauhi sesuatu itu.</p>
<p>Yakinlah bahwa satu-satunya yang <strong>PASTI</strong> membalas cinta kita yang tulus hanyalah Alloh SWT. <em>So</em> daripada kita tidak tahu bakal patah hati atau <em>enggak</em>, <em>mending</em> pilih yang Pasti-Pasti aja.</p>
<p>Setuju kan, kalau cinta sejati kita itu hanya ditujukan kepada-Nya? Dan tentunya ingin makin dekat dengan-Nya bukan? Nih dia beberapa tipsnya agar lebih mesra dan pastinya akan merasa tenang.</p>
<p><strong>1. Selalu ingat pada-Nya</strong>. Dzikir selalu <em>is the best way</em>.<br />
<strong>2. Ikhlas dalam setiap hal hanya untuk mencari keridhoan-Nya.</strong><br />
<strong>3. Selalu mengharap dan rindu untuk bisa bertemu dengan-Nya.</strong><br />
<strong>4. Rajin membaca &#8220;surat-surat cinta&#8221;-Nya [Quran]</strong> dan memaknainya serta mengamalkannya.<br />
<strong>5. Sholat dengan khusyuk</strong> seakan-akan kita melihat-Nya, jika tidak yakinlah bahwa Alloh melihat kita. Bukankah malu jika kita dilihat oleh yang dicinta dalam keadaan yang seadanya?<br />
<strong>6. Rela berkorban untuk-Nya</strong>. Jangan malas sholat berjamaah, jangan enggan berpuasa, jangan sungkan berinfak dan juga melakukan amal kebaikan lainnya.</p>
<p><em>Nah itu dia</em> cinta kita kali ini. Cinta kepada Illahi dan cinta yang menghantarkan kepada cinta Illahi. Jadi <em>gak</em> salah bukan kalau dibilang &#8220;<strong><em>kita hidup karena cinta dan untuk cinta</em></strong>&#8220;. Ya kita hidup karena cinta-Nya dan kita hidup untuk meraih cinta-Nya.<br />
Terakhir bonus doa agar kita selalu memperoleh cinta-Nya dan orang-orang yang mencintai-Nya :</p>
<p>&#8221; <em>Allohumma inni as aluka khubbaka, wa khubba mayyukhibbuka wal &#8216;amalalladzi yuballighuni ilaa khubbaka</em>&#8220;</p>
<p>artinya : &#8221; Ya Alloh aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu.&#8221;</p>
<p>[dari berbagai sumber]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=97&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/11/06/cintaku-beda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/11/cintasuci.jpg?w=143" medium="image">
			<media:title type="html">cintasuci</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Samudera Ampunan-Mu</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/26/samudera-ampunan-mu/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/26/samudera-ampunan-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 07:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pu-easy]]></category>
		<category><![CDATA[ampunan]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[samudera]]></category>
		<category><![CDATA[samudra]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
&#160;
&#160;
&#160;
&#160;
Langkah kaki tertatih meniti kehidupan
Sejengkal demi sejengkal terlewati
Dan nafas perlahan-lahan memburu
Menuju batasnya
Sementara waktu habis
dalam rangkaian dosa demi dosa
entah sampai kapan akan berhenti
terhapus oleh kebaikan
Lisan begitu ringan
membicarakan aib orang lain
sementara terasa berat dan kelu
mengucap taubat
Tangan begitu ringan
berbuat kerusakan
sementara enggan menengadah
memohon ampunan
Mata mudah menangisi
Musibah yang menimpa
Namun jarang mengalirkan butir airmata
Ketika mengingat betapa banyaknya dosa
Betapa ampunan Tuhan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=77&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-102" title="lautlaut" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/10/lautlaut.jpg?w=129&#038;h=84" alt="lautlaut" width="129" height="84" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah kaki tertatih meniti kehidupan<br />
Sejengkal demi sejengkal terlewati<br />
Dan nafas perlahan-lahan memburu<br />
Menuju batasnya</p>
<p>Sementara waktu habis<br />
dalam rangkaian dosa demi dosa<br />
entah sampai kapan akan berhenti<br />
terhapus oleh kebaikan</p>
<p>Lisan begitu ringan<br />
membicarakan aib orang lain<br />
sementara terasa berat dan kelu<br />
mengucap taubat</p>
<p><span id="more-77"></span>Tangan begitu ringan<br />
berbuat kerusakan<br />
sementara enggan menengadah<br />
memohon ampunan</p>
<p>Mata mudah menangisi<br />
Musibah yang menimpa<br />
Namun jarang mengalirkan butir airmata<br />
Ketika mengingat betapa banyaknya dosa</p>
<p>Betapa ampunan Tuhan itu luas<br />
Seluas lautan, seluas samudera<br />
Namun hati ini tak jua tergerak<br />
Menuju ke sana</p>
<p>Betapa sombongnya diri ini<br />
Betapa angkuhnya hati ini<br />
Sementara setiap hari memakan rizki-Nya<br />
namun sedikit sekali bersyukur</p>
<p>Betapa alpanya jiwa ini<br />
Setiap hari menerima nikmat-Nya<br />
Namun tak pernah berpikir<br />
Akan ditanyakan oleh-Nya di hari-Nya</p>
<p>Ya Tuhanku<br />
Betapa lemah hamba-Mu ini<br />
Tiada kekuatan<br />
Kecuali apa yang Engkau kehendaki</p>
<p>Ya Tuhanku<br />
Ingatkanku selalu<br />
Akan Kuasa-Mu<br />
Akan Kasih sayang-Mu</p>
<p>Ya Tuhanku<br />
Kubersujud di hadapanmu<br />
Mengakui segala dosaku<br />
Ku pasrahkan semua pada-Mu</p>
<p>Ijinkan air mata ini membanjir<br />
Biarkan membentuk alur di pipi<br />
Agar memadamkan api neraka<br />
Yang mampu membakar</p>
<p>Jangan Engkau keraskan hati ini<br />
Hingga lebih keras dari batu<br />
Lembutkanlah ia<br />
Hingga hidayah-Mu mampu kuterima</p>
<p>Ya Tuhanku<br />
Apa yang mampu aku harapkan<br />
Apa yang pantas aku inginkan<br />
Selain Ampunan dan Rahmat-Mu</p>
<p>Perbaikilah hatiku<br />
Terangilah ruangannya<br />
Jika hatiku tak mampu<br />
Gantikanlah dengan hati yang baru</p>
<p>Ya Tuhanku<br />
Engkaulah yang Maha membolak-balikkan hati<br />
Teguhkanlah dalam agama yang Engkau ridhoi<br />
Teguhkanlah dalam ketaan kepada-Mu</p>
<p>[di saat hati mulai resah karena menjauh   dari-Nya]<br />
1:52 PM 10/26/2009   Diiringi &#8220;Alloh Alloh&#8221;-nya Sami Yusuf</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=77&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/26/samudera-ampunan-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/10/lautlaut.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lautlaut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab Memasuki Rumah Orang Lain</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/21/adab-memasuki-rumah-orang-lain/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/21/adab-memasuki-rumah-orang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Addin]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Diantara kesempurnaan Islam adalah diaturnya kegiatan manusia dari yang besar bahkan sampai yang kecil yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap sepele. Salah satunya adalah bertamu. Bagaimana sering kita perhatikan bahwa seringkali adab-adab bertamu tak lagi diperhatikan. Orang dengan seenaknya selonong sana selonog sini. Bagi seorang muslim sudah sepantasnyalah segala sesuatu itu sesuai aturan Al-Quran. Di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=69&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-106" title="rumahnanas" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/10/rumahnanas.jpg?w=78&#038;h=118" alt="rumahnanas" width="78" height="118" />Diantara kesempurnaan Islam adalah diaturnya kegiatan manusia dari yang besar bahkan sampai yang kecil yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap sepele. Salah satunya adalah bertamu. Bagaimana sering kita perhatikan bahwa seringkali adab-adab bertamu tak lagi diperhatikan. Orang dengan seenaknya selonong sana selonog sini. Bagi seorang muslim sudah sepantasnyalah segala sesuatu itu sesuai aturan Al-Quran. Di sini disampaikan mengenai adab bertamu yang diambil dari Kitab Tafsir Ibriz. Ditulis hari Rabu 21 Oktober 2009 setelah mengikuti pengajian tafsir rutin setiap pagi. Kali ini mengenai Quran Surat Annur ayat 27 -29.</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu  ingat. [:27]</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: &#8220;Kembali lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [:28]</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” [:29]</em></p>
<p>Keterangan Tafsir :</p>
<p><span id="more-69"></span>27. Hai orang-orang yang beriman kalian jangan memasuki rumah yang bukan rumah kalian sehingga kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu. Semoga kalian menjadi orang-orang yang ingat ( menerima petunjuk )</p>
<p>Di ayat ini disebutkan meminta izin dan memberi salam.<br />
Kemudian apakah meminta izin dahulu lalu memberi salam dahulu?<br />
Atau memberi salam dahulu lalu meminta izin?</p>
<p>Dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian mengatakan  meminta izin terlebih dahulu , sebagian mengatakan memberi salam terlebih dahulu.</p>
<p>Kemudian ada pendapat yang lebih condong yaitu di-tafshil-kan begini :<br />
Kalau di rumah tersebut kelihatannya ada orang maka lebih baik meminta izin terlebih dahulu. Seperti halnya “Permisi..” atau “ Kulo Nuwun..” atau “Punten..” . Kemudian yang ada di rumah menjawab seperti misalnya “ Iya..!” atau “Monggo..” lalu diikuti dengan salam “Assalamu’alaikum”.</p>
<p>Kalau yang mengucapkan salam terlebih dahulu semisal:</p>
<p>“ Assalamu’alaikum” kemudian akan dijawab “Wa’alaikumsalam..Mari masuk..” kemudian kita baru mengatakan “Permisi..”<br />
Jika meminta izin kemudian yang empunya rumah bertanya : “ Siapa ya?” maka harus dijawab dengan jelas. Semisal dengan menyebut nama. “Saya Umar” atau “Saya Ali” dan sebagainya.</p>
<p>Jika mempunyai ciri khusus atau jabatan boleh juga dikatakan. Semisal “ Saya, si Doel Camat Piringsewu” atau “ Saya, guru SD Sleman” dan sebagainya. Tujuannya agar si empunya rumah mengetahui siapa kita. Jangan sampai hanya menjawab “Saya” sehingga si empunya harus bertanya “Saya, siapa?” dan membingungkan yang empunya rumah.</p>
<p>28. Jika kalian tidak menjumpai seorangpun di dalamnya yang berhak memberi izin maka kalian jangan masuk sehingga kalian mendapat izin. Namun jika dikatakan kepada kalian : “ Kembalilah” atau “ Pulanglah dulu, nanti ke sini lagi” maka  sebaiknya pulang saja. Itu lebih utama bagi kalian daripada menunggu di depan pintu.</p>
<p>Apa yang disebutkan diatas adalah jika tidak ada udzur (halangan). Kalau ada udzur (halangan) semisal terjadi kebakaran, banjir dan lain sebagainya (musibah) maka diperbolehkan masuk tanpa izin dengan niat untuk menolong yang ada di rumah tersebut. Begitu juga rumah-rumah umum semisal kantor, rumah sakit, halted an sebagainya maka memasukinya boleh tanpa izin terlebih dahulu.</p>
<p>29. Ketika ayat 27 dan 28 turun, Abu Bakar Ashidiq bertanya kepada Rasululloh SAW. “ Rumah-rumah sepi di pinggir jalan menuju ke Syam bagaimana? Apakah harus meminta izin” Kemudian ayat 29 ini turun.</p>
<p>Tidak ada halangan bagi kalian memasuki rumah-rumah yang tidak khusus didiami, yang di dalam rumah tersebut ada barang-barang keperluanmu. Alloh SWT maha mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan seperti niat baik atau niat buruk.</p>
<p>Tambahan:</p>
<p>Ketika kita sudah memberi salam dan meminta izin sebanyak 3 kali dan belum ada jawaban maka sebaiknya pulang saja.</p>
<p>Kemudian jika kita sebagai tuan rumah dan mendengar ada orang yang ingin berkunjung, dan saat itu sedang sholat, sementara di rumah tidak ada orang yang diharapkan bisa menjawab salam maka kita diperbolehkan mengeraskan bacaan sholat agar diketahui oleh tamu bahwa kita sedang sholat.</p>
<p>Wallohu a’lam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=69&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/21/adab-memasuki-rumah-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/10/rumahnanas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rumahnanas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudahkah kau cinta?</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/01/sudahkah-kau-cinta/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/01/sudahkah-kau-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 01:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pu-easy]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Jika Cinta merupakan hal yang paling sulit dimengerti
Begitu halnya orang-orang yang dilanda Cinta semakin sulit dipahami.
Adakah orang yang dilanda Cinta itu merasa sendirian ketika dia bersama sang kekasih yang selalu menyertai langkahnya.?
Adakah orang yang dilanda Cinta itu merasa bosan bila sang kekasih senantiasanya melihatnya dan memperhatikannya?
Adakah orang yang dilanda Cinta itu berani berbuat sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=60&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-114" title="awancinta" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/10/awancinta.jpg?w=130&#038;h=130" alt="awancinta" width="130" height="130" />Jika Cinta merupakan hal yang paling sulit dimengerti<br />
Begitu halnya orang-orang yang dilanda Cinta semakin sulit dipahami.</p>
<p>Adakah orang yang dilanda Cinta itu merasa sendirian ketika dia bersama sang kekasih yang selalu menyertai langkahnya.?<br />
Adakah orang yang dilanda Cinta itu merasa bosan bila sang kekasih senantiasanya melihatnya dan memperhatikannya?<br />
Adakah orang yang dilanda Cinta itu berani berbuat sesuatu yang membuat sang kekasih marah dan cemburu?<br />
Adakah orang yang dilanda Cinta itu enggan untuk selalu bertemu dengan sang kekasih?</p>
<p><span id="more-60"></span>Sekali-kali tidak.</p>
<p>Orang yang dilanda Cinta akan selalu merasa cukup dengan sang kekasih meski dunia mengasingkannya.<br />
Orang yang dilanda Cinta akan merasa betah dengan keberadaan sang kekasih di hidupnya.<br />
Orang yang dilanda Cinta akan menghindari sekuat tenaga hal yang membuat marah dan cemburu sang kekasih<br />
Orang yang dilanda Cinta ingin sering bahkan selalu bertemu dengan sang kekasih.</p>
<p>Lalu adapun perihal keadaan Orang yang dilanda Cinta</p>
<p>Apabila disebut nama sang kekasih bergetar hatinya, muncul rindunya, dan bertambah cintanya<br />
Apabila sang kekasih dicaci, dimaki dan dihina timbullah ketidakrelaan di hatinya dan sekuat tenaga membelanya<br />
Apabila sang kekasih dipuji dan disanjung bertambahlah kecintaan kepadanya<br />
Apabila sang kekasih berpaling darinya sungguh hatinya remuk redam dan akan berjuang agar sang kekasih tak berpaling ke lain hati.</p>
<p>Wahai para pecinta</p>
<p>Jangan biarkan kekasihmu meninggalkanmu<br />
Jangan biarkan dia cemburu dan menjauhimu<br />
Jangan biarkan seorangpun merebutnya darimu<br />
Jangan biarkan hidupmu berlalu tanpanya</p>
<p>Begitulah kiranya keadaan orang yang dilanda Cinta</p>
<p>Saudaraku, sudahkah kau cinta Rabbmu?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=60&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/10/01/sudahkah-kau-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/10/awancinta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">awancinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>satu lagi : Sebelum Nikah</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/24/satu-lagi-sebelum-nikah/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/24/satu-lagi-sebelum-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 02:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar NiKaH]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan sebelum pernikahan:
1.KESIAPAN PEMIKIRAN
Seseorang sebelum menikah dia harus sudah memiliki dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya. Seorang muslim ketika ingin menikah dia harus tahu bahwa dia adalah muslim dan tahu mengapa dia menjadi muslim. Hal ini penting karena setelah menikah kita akan menghadapi alternatif-alternatif, masalah-masalah  yang penyelesaiannya memerlukan kematangan visi kita menjadi muslim. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=56&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-116" title="cincin" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/09/cincin.jpg?w=104&#038;h=104" alt="cincin" width="104" height="104" />Persiapan sebelum pernikahan:<br />
<strong>1.KESIAPAN PEMIKIRAN</strong><br />
Seseorang sebelum menikah dia harus sudah memiliki dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya. Seorang muslim ketika ingin menikah dia harus tahu bahwa dia adalah muslim dan tahu mengapa dia menjadi muslim. Hal ini penting karena setelah menikah kita akan menghadapi alternatif-alternatif, masalah-masalah  yang penyelesaiannya memerlukan kematangan visi kita menjadi muslim. Kesiapan untuk menghadapi dan menyelesaikan semua persoalan-persoalan rumah tangga baik secara personal, internal  maupun eksternal.<br />
Pengetahuan hak dan kewajiban suami dan istri, pengetahuan tentang pendidikan anak, pengetahuan tentang kesehatan terutama hal -hal mendasar juga perlu untuk dipahami agar tidak terlalu banyak berhubungan dengan dokter (bisa menghemat finansial juga). Dianjurkan untuk banyak membaca buku-buku tentang pernikahan atau bertanya pada orang yang sudah menikah.</p>
<p><strong>2.PSIKOLOGIS</strong><br />
Orang yang matang secara pribadi ialah orang yang bisa mentransfer visinya menjadi kepribadiannya/karakter. Terkadang ada orang memiliki dualisme kepribadian yaitu mempunyai pemahaman yang baik tetapi tidak bisa menjadikannya karakter. Dia secara teori bisa mengatakan dengan sangat baik akan tetapi pada prakteknya mengalami distorsi atau ketidaksesuaian dengan apa yang diucapkan. Kematangan tertentu dalam psikologis diperlukan untuk menghadapi tantangan besar dalam hidup dan  menjalankan tanggung jawab. Situasi jiwa sebelum dan sesudah menikah akan berbeda. Apa yang sebelumnya kita miliki sendiri akan menjadi milik istri kita dan juga lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh tentang kepemilikan waktu. Waktu ketia sudah menikah tidak lagi menjadi milik kita akan tetapi terbagi menjadi  waktu individu, waktu keluarga, waktu sosial, waktu kerja. Waktu individu diguakan untuk dirinya sendiri, waktu keluarga dibagi bersama istri, waktu sosial untuk memenuhi kebutuhan kemasyarakatan dan waktu bekerja untuk memenuhi kebutuhan finansial kita. Kita dituntut untuk menjaga keseimbangan tersebut.</p>
<p><strong><span id="more-56"></span>3.FISIK</strong><br />
Ada baiknya periksa ke dokter agar yakin bahwa alat-alat reproduksi berfungsi dengan baik. Hal ini untuk menjamin tercapainya salah satu tujuan pernikahan yaitu meneruskan generasi melalui anak atau keturunan. Jangan sampai kebahagiaan keluarga menjadi tidak sempurna karena tidak adanya keturunan, yang pada banyak kasus menyebabkan terjadinya perceraian. Oleh karena itu pada saat perkenalan,  penting juga ditanyakan riwayat kesehatan, agar bisa menghasilkan keturunan yang sehat. Kesiapan/kematangan fisik ini tidak tergantung pada usia. Ada yang usianya sudah dianggap cukup akan tetapi fisik tidak memungkinkan entah karena sakit-sakitan atau ketidakmampuan memenuhi kebutuhan biologis. Ada pula yang menikah pada usia yang relatif muda karena memang dari segi fisik sudah mampu. Menurut penelitian menikah pada usia muda (bukan pernikahan dini) lebih bisa melanggengkan pernikahan karena saat kebutuhan sedang tinggi bisa segera terpenuhi .</p>
<p>Anjuran: sebaiknya laki-laki saat memasuki usia baligh harus sudah melakukan kegiatan keras untuk melatih sifat maskulinitas laki-laki. Banyak istri yang berani dengan laki-laki karena kelemahan laki-laki bukan karena wanita yang terlalu kuat. Secara psikologis laki-laki yang tampan dan manis kurang disukai oleh wanita.Wanita mengharapkan laki-laki yang kontras dengan dirinya dalam hal kemaskulinan. Ada beberapa olah raga yang dianjurkan untuk melatih sifat maskulinitas laki-laki yaitu: berkuda, berenang dan memanah. Berenang berfungsi melatih agar kuat(power), menunggang kuda melatih kecepatan (speed) dan memanah melatih ketepatan (timing). Kalaupun hal itu sulit dipraktekkan untuk jaman sekarang setidaknya berolahraga dengan bekerja keras (secara fisik) atau bermain voly, basket, sepak bola, renang, lari dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>4.FINANSIAL</strong><br />
Tidak harus memiliki segalanya dulu. Cukup untuk membiayai awal-awal pernikahan sudah bisa dikatakan memadai. Bisa mengantisipasi bahwa bisa mencari pekerjaan yang lebih layak. Ini harus dipersiapkan sebelum menikah. kita harus bekerja secara manusiawi, meski bahwa ALlohpun mampu memberikan rizki tanpa disangka-sangka dan ini harus diyakini sepenuh hati, tapi tetap usaha manusiawi harus bisa dilakukan. JANGAN HANYA SEMANGAT SAJA, TANPA PERSIAPAN INI. Meskipun kebahagiaan tidak tergantung banyaknya harta, akan tetapi kepemilikan harta yang cukup, sedikit banyak membantu tercapainya kebahagiaan keluarga.</p>
<p>Selamat mempersiapkan pernikahan&#8230;</p>
<p>(diramu  dari berbagai sumber)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=56&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/24/satu-lagi-sebelum-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/09/cincin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cincin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo baca baca baca</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/24/ayo-baca-baca-baca/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/24/ayo-baca-baca-baca/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 02:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opi Niku]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[minat baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[
Membaca merupakan sebuah metode yang efektif untuk mengetahui berbagai ilmu. Buku sebagai sarana yang dibaca mempunyai peran yang penting dalam proses transfer ilmu pengetahuan. Melalui buku seseorang dapat membagi pengetahuannya tanpa harus bertatap muka dengan yang membaca. Dalam sebuah pepatah dikatakan bahwa &#8220;Buku adalah Jendela Dunia&#8221;. Memang tidaklah berlebihan dikatakan demikian karena banyak hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=53&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-111" title="bukutua" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/09/bukutua.jpg?w=95&#038;h=130" alt="bukutua" width="95" height="130" /></p>
<p>Membaca merupakan sebuah metode yang efektif untuk mengetahui berbagai ilmu. Buku sebagai sarana yang dibaca mempunyai peran yang penting dalam proses transfer ilmu pengetahuan. Melalui buku seseorang dapat membagi pengetahuannya tanpa harus bertatap muka dengan yang membaca. Dalam sebuah pepatah dikatakan bahwa &#8220;Buku adalah Jendela Dunia&#8221;. Memang tidaklah berlebihan dikatakan demikian karena banyak hal yang bisa diketahui melalui buku. Bahkan kemajuan sebuah negara dapat ditentukan dari seberapa besar minat warganya terhadap buku, bukan hanya dalam hal penjualan buku yang tinggi tetapi lebih kepada seberapa banyak waktu yang diluangkan untuk membaca buku.</p>
<p>Secara khusus di Indonesia, yang mana dari sebuah penelitian disebutkan bahwa minat baca rakyat Indonesia tergolong rendah. Memang dari segi banyaknya buku yang terjual dan jumlah waktu yang digunakan oleh rata-rata rakyat Indonesia untuk membaca memang tergolong sedikit. Dari sebuah sumber disebutkan bahwa yang mempunyai minat terhadap buku kurang lebih hanya 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia.  Namun rendahnya minat baca rakyat Indonesia tidak lantas dikaitkan dengan ketidakmauan untuk membaca. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rakyat Indonesia &#8220;terkesan&#8221; kurang berminat dalam membaca. Sekilas memang tergambar bahwa faktor manusianyalah yang menjadi penyebabnya. Akan tetapi jika ditelusuri lebih dalam maka faktor manusia bukanlah satu-satunya penyebab rendahnya minat baca.  Diantara penyebab rendahnya minat baca masyarakat Indonesia antara lain:</p>
<p><strong><span id="more-53"></span>1.Harga buku yang relatif mahal. </strong><br />
Kalau kita pernah membandingkan harga buku di Indonesia dan di luar negeri maka dapat disimpulkan bahwa harga buku di negara kita relatif mahal. Setidaknya dapat kita lihat dari perbandingan harga buku dengan pendapatan masyarakat. Dengan harga buku yang mahal, maka orang akan berpikir beberapa kali untuk memutuskan membeli sebuah buku. Hal ini perlu dimaklumi karena sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun masih sulit. apalagi sampai bisa memiliki perpustakaan pribadi yang mana perlu buku banyak dan bervariasi pula.</p>
<p><strong>2.Tema Buku yang ada kurang bervariatif.</strong><br />
Memang dari segi judul bisa dikatakan banyak sekali judlu-judul buku yang telah diterbitkan. Namun kalau dilihat dari tema yang diangkat dalam buku-buku yang beredar hanya bisa dikatakan sedikit. Hal ini dikarenakan untuk sebuah tema saja bisa ditulis berpuluh-puluh buku bahkan beratus-ratus buku. Selain tema yang kurang bervariasi, alur pun juga tak kalah kurang bervariasi. Sebagai contoh novel yang beberapa waktu lalu sempat booming (baca:ayat-ayat cinta), kemudian muncul berbagai buku dengan judul yang berbeda akan tetapi tema sama dan alurpun hampir sama, bahkan covernya juga tidak terlalu berbeda. Sekilas Pembaca akan menilai bahwa buku -buku tersebut hampir sama. Sehingga pembaca tidak akan tertarik lagi untuk membaca buku dengan tema yang hampir sama.</p>
<p><strong>3.Membaca hanya untuk mengisi waktu luang</strong>.<br />
Sebagian masyarakat Indonesia menganggap bahwa membaca hanya dilkaukan untuk mengisi waktu luang. Entah membaca buku, majalah, koran atau yang lain. Akibatnya terbentuk sikap yang tidak terlalu mementingkan membaca. Padahal kalau kita tengok, sebenarnya membaca adalah sebuah kewajiban. Bagaimana tidak, bahkan wahyu pertama yang turun kepada Rasululloh SAW adalah perintah &#8220;MEMBACA&#8221;. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa akar segala sesuatu adalah membaca (termasuk membaca buku). Maka dari itu perlu ditanamkan rasa perlu akan membaca sehingga sebagaimana makan, orang juga merasa wajib untuk membaca.</p>
<p>So, Bagaimana kita akan meningkatkan minat baca masyarakat? Mari kita cari solusi bersama.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=53&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/24/ayo-baca-baca-baca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/09/bukutua.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bukutua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Berhak Menjadi Imam</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/09/yang-berhak-menjadi-imam/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/09/yang-berhak-menjadi-imam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 05:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Addin]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[hak imam]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Diceritakan dari Muslim dari Ibnu Mas&#8217;ud berkata : Baik menjadi imam suatu kaum orang yang lebih bisa membaca Alqur&#8217;an, maka apabila bacaannya itu sama maka yang menjadi imam yang lebih tahu masalah sunnah, apabila pengetahuan tentang kesunnahan sama maka lebih baik menjadi imam suatu kaum adalah yang lebih dahulu hijrahnya, maka apabila kaum hijrahnya sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=44&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-109" title="imamabdulqodir" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/09/imamabdulqodir.jpg?w=98&#038;h=111" alt="imamabdulqodir" width="98" height="111" />Diceritakan dari Muslim dari Ibnu Mas&#8217;ud berkata : <strong><em>Baik menjadi imam suatu kaum orang yang lebih bisa membaca Alqur&#8217;an, maka apabila bacaannya itu sama maka yang menjadi imam yang lebih tahu masalah sunnah, apabila pengetahuan tentang kesunnahan sama maka lebih baik menjadi imam suatu kaum adalah yang lebih dahulu hijrahnya, maka apabila kaum hijrahnya sama maka lebih baik yang menjadi imam yang lebih tua usianya, Jangan menjadi imam seorang laki-laki yang menjadi kekuasaan orang laki-laki dan jangan duduk seorang laki-laki di rumahnya seorang laki-laki atas kemuliaan seorang laki-laki kecuali mendapat ijin laki-laki itu.</em></strong></p>
<p>Menurut hadits diatas maka urutan orang yang berhak menjadi imam adalah :</p>
<p>1. Orang yang bacaan Al Qurannya paling bagus.<br />
Hal ini terkait pula dengan kefasihan dan kelurusan bacaannya, betul makhroj dan tajwidnya serta hukum-hukum bacaan yang menyertainya.</p>
<p>2.Pengetahuan / ilmu tentang sunnah lebih dalam.<br />
Orang yang lebih tahu masalah agamanya diutamakan daripada orang yang pengetahuan agamanya sedikit.</p>
<p>3.Orang yang lebih dahulu hijrahnya.</p>
<p>4.Yang lebih tua usianya.</p>
<p>PERLU KITA RENUNGKAN</p>
<p>Sementara di sebagian masyarakat kita, yang menjadi imam biasanya  orang yang paling tua karena dianggap yang paling mengetahui dan mumpuni meskipun dari sisi bacaan terkadang tidak betul dan kurang berhati-hati. Panjang pendek tidak terkontrol, kapan berhenti dan kapan disambung tidak dipedulikan, bahkan membacanya dengan tergesa-gesa pun tidak menjadi soal. Bahkan yang lebih ironis adalah karena derajat, kedudukan maupun status sosial di masyarakat. Dan sayangnya masyarakat juga percaya sekali dan tidak begitu peduli dengan bacaan imam. naudzubillahi min dzalik.</p>
<p>Dari &#8216;Aqoil dari Ibnu Umar berkata : <strong><em>Barangsiapa menjadi imam pada kaum, apabila orang itu lebih bisa membaca Al-Quran dari pada imam dan lebih pandai tetapi tidak mau menjadi imam maka Alloh merendahkan (membenci) sampai hari kiamat.</em></strong></p>
<p>Dari hadits ini diterangkan bahwa Alloh akan merendahkan (membenci) seseorang yang bagus dan pandai membaca AlQuran tetapi dia tidak mau menjadi imam dan membiarkan sholat diimami oleh orang yang bacaanya kurang bagus.</p>
<p>PERLU KITA RENUNGKAN</p>
<p>Sementara kita terkadang <em>rikuh</em> (sungkan) jika mengajukan seseorang yang kita pandang lebih baik bacaannya jika ternyata sudah ada imam padahal kita tahu bacaannya kurang bagus.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=44&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/09/09/yang-berhak-menjadi-imam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/09/imamabdulqodir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">imamabdulqodir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upin dan Ipin : tayangan moral dari negeri tetangga</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/25/upin-dan-ipin-tayangan-moral-dari-negeri-tetangga/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/25/upin-dan-ipin-tayangan-moral-dari-negeri-tetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 03:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opi Niku]]></category>
		<category><![CDATA[upin]]></category>
		<category><![CDATA[ipin]]></category>
		<category><![CDATA[film anak]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini, tepatnya momen romadhon, televisi berlomba-lomba menayangkan tontonan yang berbau-bau islami. Bahkan jauh hari sebelum romadhon tiba, iklan tayangan sudah beredar. Maksudnya agar penonton tahu dan tidak ketinggalan hari dan jamnya. Hampir seluruh televisi &#8220;latah&#8221; menayangkan tontonan yang dianggap religi atau yang nyrempet-nyrempet religi. Tapi sayang, ternyata hiburan romadhon di Indonesia di dominasi sinetron [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=30&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru-baru ini, tepatnya momen romadhon, televisi berlomba-lomba menayangkan tontonan yang berbau-bau islami. Bahkan jauh hari sebelum romadhon tiba, iklan tayangan sudah beredar. Maksudnya agar penonton tahu dan tidak ketinggalan hari dan jamnya. Hampir seluruh televisi &#8220;latah&#8221; menayangkan tontonan yang <del datetime="2007-07-11T03:21:44+00:00">dianggap</del> religi atau yang <em>nyrempet-nyrempe</em>t religi. Tapi sayang, ternyata hiburan romadhon di Indonesia di dominasi sinetron dan humor belaka. Yang sama sekali tidak mendidik, justru berpotensi merusak baik moral bangsa juga sakralitas romadhon. Tak jarang romadhon dimaknai dengan saatnya nonton humor, mulai dari sahur sampai buka puasa. Tapi ya gak tahu kok banyak yang seneng.</p>
<p>Ada satu tayangan yang berbeda yang pernah aku tonton dan lumayan suka karena memberi warna berbeda. Upin dan Ipin. Sebuah karya negeri tetangga yang sarat nilai religi dan mendidik sekaligus menghibur. Yang pas ditonton siapa saja karena film ini bercerita tentang kegiatan sebuah keluarga di bulan romadhon. Pas ditonton siapa saja karena anak-anak juga boleh nonton dan bahkan tujuan utamanya adalah untuk anak-anak. Ada dua bocah yang jadi bintang utamanya yaitu Upin dan Ipin yang hidup bersama kakaknya (kak Ros) dan neneknya. Penuh kelucuan, ketika melihat bagaimana kedua bocah ini memahami proses berpuasa. Dan bagaimana tingkah laku anak-anak seusia mereka (menurutku sekitar 5 tahunan) menjalani kehidupan anak-anak sehari-hari. Dan yang pasti bermanfaat bagi pendidikan anak-anak kita.Hanya sayang tidak di <em>dubbing</em> ke bahasa Indonesia. Kalau di <em>dubbing</em> <em>kan</em> jadi bisa dipahami anak-anak kita.</p>
<p>Sebenarnya aku sudah tahu film ini sejak beberapa bulan lalu ketika ngajar di SDIT. Dan sangat terapresiasi ketika ditayangkan di televisi. Dan kalau sedang tidak <em>tilawah</em> atau baca buku biasanya nonton film ini. Lumayan sebagai hiburan. Kapan <em>ya</em> Indonesia bisa <em>bikin</em> film <em>kayak gin</em>i?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-34" title="upinipin" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/08/upinipin1.jpg?w=106&#038;h=80" alt="upinipin" width="106" height="80" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=30&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/25/upin-dan-ipin-tayangan-moral-dari-negeri-tetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/08/upinipin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">upinipin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhaban Yaa Ramadhan</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-yaa-ramadhan/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-yaa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 08:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-yaa-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan.
*salam dari akhukum fillah*
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=29&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan.</p>
<p>*salam dari akhukum fillah*</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=29&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/21/marhaban-yaa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Pasangan Hidup</title>
		<link>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/12/mencari-pasangan-hidup/</link>
		<comments>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/12/mencari-pasangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 00:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satufikr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar NiKaH]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satufikr.wordpress.com/2009/08/12/mencari-pasangan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Menunggu jawaban pertanyaan dengan siapa akhirnya kita bersanding -bagi orang yang belum menikah merupakan sebuah misteri. Di satu sisi menjadikan penasaran dan di sisi lain memberi harapan. Sebagian orang mengatakan jodoh itu tergantung bagaimana usaha kita mencarinya, sebagian lagi menyadari bahwa jodoh itu sudah ditentukan.
Sebagai orang yang belum menikah, aku berpikir bahwa sebenarnya jodoh itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=28&subd=satufikr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-37" title="cintcint" src="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/08/cintcint.jpg?w=119&#038;h=98" alt="cintcint" width="119" height="98" />Menunggu jawaban pertanyaan dengan siapa akhirnya kita bersanding -bagi orang yang belum menikah merupakan sebuah misteri. Di satu sisi menjadikan penasaran dan di sisi lain memberi harapan. Sebagian orang mengatakan jodoh itu tergantung bagaimana usaha kita mencarinya, sebagian lagi menyadari bahwa jodoh itu sudah ditentukan.</p>
<p>Sebagai orang yang belum menikah, aku berpikir bahwa sebenarnya jodoh itu memang tergantung usaha kita mencarinya meskipun itu memang telah ditakdirkan. Bahkan usaha kita itu merupakan salah satu sarana yang diberikan Alloh dalam rangka menjemput takdir (menikah).</p>
<p>Lalu apakah kita bisa memilih pasangan hidup kita? <span id="more-28"></span>Jawabnya, Pasti Bisa.</p>
<p>&#8220;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji pula. dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik&#8230;..&#8221; QS. An-Nur:26</p>
<p>Dari sini dapat  dipahami bahwa ternyata mau seperti apa pasangan kita, bisa kita usahakan. Mau yang cantik, sholehah dan menyenangkan atau yang udah gak cantik plus akhlaknya buruk? Semua tergantung kita.</p>
<p><strong>Kuncinya adalah diri kita. </strong></p>
<p>Kualitas diri kita akan menentukan dengan siapa kita berhak berdampingan dan siapa <span style="text-decoration:line-through;">saja</span> yang berhak mendampingi kita. Sebagai contoh, bila kita ingin istri yang sholeh maka diri kitapun harus sholeh pula, minimal setara , syukur bisa lebih. Kita ingin istri yang setia dan bertangungjawab, ya berarti kita harus bisa menjaga kehormatan diri dan mempunyai sikap tanggung jawab. Bahasa kerennya se <em>kufu</em> atau sepadan.  Disini  berlaku hukum kesetaraan  dimana pada umumnya kita akan mendapat yang tak jauh beda latar belakangnya dengan kita. Meski kadang untuk kasus khusus bisa saja terjadi hal yang secara logika tak mungkin tapi kenyataannya terjadi juga.</p>
<p><em>So</em> yang harus kita laukan adalah mempersiapkan diri, kalau perlu digembleng, agar pantas bersanding dengan calon pasangan yang kriterianya telah kita tentukan . Meskipun demikian niat kita harus tulus hanya untuk meraih Ridho-Nya, bukan sebatas agar dapat yang sesuai keinginan kita. Toh Alloh juga tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita.</p>
<p>Jadi soal jodoh bukan melulu kita menunggu takdir akan tetapi kita berusaha. Lalu setelah semua usaha yang sudah dijalankan, hasilnya kita pasrahkan pada Sang Maha Kuasa.</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/TEHNIS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/TEHNIS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satufikr.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satufikr.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satufikr.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satufikr.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satufikr.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satufikr.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satufikr.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satufikr.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satufikr.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satufikr.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satufikr.wordpress.com&blog=940190&post=28&subd=satufikr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satufikr.wordpress.com/2009/08/12/mencari-pasangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80e0f728128f5eef8ec56a222ad2cd1c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satufikr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://satufikr.files.wordpress.com/2009/08/cintcint.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cintcint</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/TEHNIS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME%7E1/TEHNIS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>