Beranda > Opi Niku > Ayo baca baca baca

Ayo baca baca baca

bukutua

Membaca merupakan sebuah metode yang efektif untuk mengetahui berbagai ilmu. Buku sebagai sarana yang dibaca mempunyai peran yang penting dalam proses transfer ilmu pengetahuan. Melalui buku seseorang dapat membagi pengetahuannya tanpa harus bertatap muka dengan yang membaca. Dalam sebuah pepatah dikatakan bahwa “Buku adalah Jendela Dunia”. Memang tidaklah berlebihan dikatakan demikian karena banyak hal yang bisa diketahui melalui buku. Bahkan kemajuan sebuah negara dapat ditentukan dari seberapa besar minat warganya terhadap buku, bukan hanya dalam hal penjualan buku yang tinggi tetapi lebih kepada seberapa banyak waktu yang diluangkan untuk membaca buku.

Secara khusus di Indonesia, yang mana dari sebuah penelitian disebutkan bahwa minat baca rakyat Indonesia tergolong rendah. Memang dari segi banyaknya buku yang terjual dan jumlah waktu yang digunakan oleh rata-rata rakyat Indonesia untuk membaca memang tergolong sedikit.

Dari sebuah sumber disebutkan bahwa yang mempunyai minat terhadap buku kurang lebih hanya 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun rendahnya minat baca rakyat Indonesia tidak lantas dikaitkan dengan ketidakmauan untuk membaca. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rakyat Indonesia “terkesan” kurang berminat dalam membaca. Sekilas memang tergambar bahwa faktor manusianyalah yang menjadi penyebabnya. Akan tetapi jika ditelusuri lebih dalam maka faktor manusia bukanlah satu-satunya penyebab rendahnya minat baca. Diantara penyebab rendahnya minat baca masyarakat Indonesia antara lain:

1.Harga buku yang relatif mahal.

Kalau kita pernah membandingkan harga buku di Indonesia dan di luar negeri maka dapat disimpulkan bahwa harga buku di negara kita relatif mahal. Setidaknya dapat kita lihat dari perbandingan harga buku dengan pendapatan masyarakat. Dengan harga buku yang mahal, maka orang akan berpikir beberapa kali untuk memutuskan membeli sebuah buku. Hal ini perlu dimaklumi karena sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun masih sulit. apalagi sampai bisa memiliki perpustakaan pribadi yang mana perlu buku banyak dan bervariasi pula.

2.Tema Buku yang ada kurang bervariatif.

Memang dari segi judul bisa dikatakan banyak sekali judlu-judul buku yang telah diterbitkan. Namun kalau dilihat dari tema yang diangkat dalam buku-buku yang beredar hanya bisa dikatakan sedikit. Hal ini dikarenakan untuk sebuah tema saja bisa ditulis berpuluh-puluh buku bahkan beratus-ratus buku. Selain tema yang kurang bervariasi, alur pun juga tak kalah kurang bervariasi. Sebagai contoh novel yang beberapa waktu lalu sempat booming (baca:ayat-ayat cinta), kemudian muncul berbagai buku dengan judul yang berbeda akan tetapi tema sama dan alurpun hampir sama, bahkan covernya juga tidak terlalu berbeda. Sekilas Pembaca akan menilai bahwa buku -buku tersebut hampir sama. Sehingga pembaca tidak akan tertarik lagi untuk membaca buku dengan tema yang hampir sama.

3.Membaca hanya untuk mengisi waktu luang.

Sebagian masyarakat Indonesia menganggap bahwa membaca hanya dilkaukan untuk mengisi waktu luang. Entah membaca buku, majalah, koran atau yang lain. Akibatnya terbentuk sikap yang tidak terlalu mementingkan membaca. Padahal kalau kita tengok, sebenarnya membaca adalah sebuah kewajiban. Bagaimana tidak, bahkan wahyu pertama yang turun kepada Rasululloh SAW adalah perintah “MEMBACA”. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa akar segala sesuatu adalah membaca (termasuk membaca buku). Maka dari itu perlu ditanamkan rasa perlu akan membaca sehingga sebagaimana makan, orang juga merasa wajib untuk membaca.

So, Bagaimana kita akan meningkatkan minat baca masyarakat? Mari kita cari solusi bersama.

  1. 14 November 2014 pukul 2:20 pm

    My spouse and I stumbled over here from a different web page and thought I might check things
    out. I like what I see so i am just following you.

    Look forward to exploring your web page repeatedly.

  2. 19 November 2014 pukul 4:36 pm

    Durability: PVC labels are ideal for outdoor products and clothing because they are not easily damaged or
    destroyed. Shaklee prides itself on producing natural, earth-friendly products.
    The range includes products called Stem – Flo, ST-5 with
    Migra – Stem, and Stem Sport, as well the pet product Stem – Pets, and the horse product Stem – Equine.

  3. 30 November 2014 pukul 7:45 pm

    Many growers beloeve that no garden is complete without somne ornamental climbing roses.

    There are two main categories of plants; they are exotic and indigenous plants.

    However, rotating the plants at regular interval is ssomething you cann do in natural sunlight.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: