Beranda > Opi Niku > The “LIGHT ON” on The ” LIGHT PLACE”

The “LIGHT ON” on The ” LIGHT PLACE”

lampunyalaSudah beberapa bulan aturan dalam berlalu lintas bertambah. Yaitu adanya aturan menyalakan lampu utama di siang hari. Aturan ini sesuai Undang-undang Nomor 22/2009 Pasal 107 ayat 1 dan 2 yang isinya :

(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu,

(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari .

Tujuan aturan ini adalah untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya mengingat sebagian besar kecelakaan ditimbulkan oleh ketidak-tahuan pengemudi akan adanya pengemudi lain. Dengan adanya “light on” diharapkan pengemudi lebih waspada dan lebih berhati-hati.

Aturan ini baru diberlakukan secara nasional mulai beberapa waktu yang lalu, sedangkan di daerah tertentu sudah dilaksanakan jauh sebelum aturan ini diberlakukan secara nasional seperti di Riau, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin. Banyak pro kontra menyusul adanya peraturan baru ini. Yang setuju dengan aturan ini berpendapat bahwa aturan ini terbukti efektif mengurangi kecelakaan sebagaimana diterapkan di negara-negara lain. Dan ada pendapat bahwa lampu yang dihidupkan akan lebih awet daripada yang sering dihidup-matikan. Sedangkan yang kontra berpendapat bahwa ini merupakan hal yang tidak perlu, mengingat pada siang hari keadaan terang. Dan dengan aturan ini maka dikhawatirkan lampu motor menjadi boros karena lebih cepat mati.
Mari kita lihat dengan sudut pandang yang lain.

(1) Aturan ini sebenarnya lebih cocok diberlakukan di daerah dengan kondisi tertentu semisal karena banyak asap tebal, daerah berkabut atau daerah yang rawan kemacetan. Sedangkan di daerah yang lumayan sepi seperti di daerah pedalaman dan kota-kota kecil sebenarnya tidak begitu efektif.

(2) Bagi orang yang jarang keluar malam, hal ini menjadi tidak hemat mengingat pada siang hari yang biasanya tidak menghidupkan lampu jadi harus menghidupkan lampu. Mana yang lebih awet lampu yang tak pernah dipakai atau yang sering dipakai?

(3) Sering kita lihat bahwa masih banyak pengemudi menggunakan kendaraan yang sudah tua. Sementara kendaraan tua ini sering bermasalah dengan onderdil-onderdilnya termasuk lampu. Lampu pada kendaraan tua lebih sering putusnya dibanding dengan kendaraan relatif baru. Nah karena lebih sering putus karena digunakan maka biaya penggantian lampu menjadi bertambah. Belum lagi jika kebetulan mati kemudian terkena tilang. Berapa ongkos yang harus dibayar? Lalu timbul pertanyaan “Kenapa mereka tidak menggunakan kendaraan baru?” Ya karena mereka tidak mampu membeli. Bisa dibayangkan keadaan tidak punya uang, lampu mati lalu kena tilang. Betapa malangnya nasib rakyat tak punya uang.

(4) Sedikit banyak hal ini menyumbang terhadap peningkatan pemanasan lingkungan. Pernahkah anda mencoba menyentuh lampu motor anda ketika sedang menyala? Bagi yang pernah akan tahu bahwa suhu lampu menjadi tinggi alias panas. Sesuai hukum fisika seberapapun besarnya tambahan panas akan berpengaruh terhadap suhu lingkungan sekitarnya. Sekarang jika terdapat ratusan ribu bahkan jutaan kendaraan yang menyalakan lampu pada siang hari, berapa kenaikan suhu yang dihasilkan? Padahal dunia sedang menggembor-gemborkan pemulihan dunia dari pemanasan global. Sementara di Indonesia malah menyumbang terjadinya pemanasan global.

(5) Pada awalnya mungkin program ini berhasil menekan kecelakaan karena pengemudi merasakan hal baru dalam berkendara. Namun kepekaan lambat laun akan berkurang. Pengemudi tak lagi merasakan perbedaan dan kembali ke keadaan semula. Sementara itu justru sorotan lampu kadang membuat silau mata akibatnya mata menjadi tidak fokus dalam memandang jalan. Hal yang sebenarnya ingin dihindari justru bisa terjadi kebalikannya. Bisa jadi kecelakan justru diakibatkan silaunya pandangan mata karena sorotan lampu motor pengemudi lain.

(6) Jika dilihat aturan diatas, maka yang wajib menyalakan lampu pada siang hari hanya yang mengemudi motor. Sedangkan pengemudi mobil tidak diwajibkan. Ada apa dengan hal ini? Kenapa terjadi diskriminasi? Padahal jika diamati ternyata mobil juga perlu menerapkan penyalaan lampu di siang.

Tapi bagaimanapun juga aturan sudah resmi diberlakukan dan sebagai warga negara yang baik (-atau terpaksa?-) harus mentaati peraturan. Kalaupun bukan karena kesadaran sendiri, alasan karena TAKUT DITILANG pun bisa dimaklumi.

[dari berbagai sumber]

  1. 17 November 2009 pukul 11:04 am

    iya..ya
    hmmm aku ikut light on jika perlu saja, dijalur yang sepi light off saja, biar tidak boros

    • 19 November 2009 pukul 1:41 am

      betul itu..tapi perlu waspada jika tiba-tiba muncul pak polisi..apalagi tanggal tua alias akhir-akhir bulan, yang biasanya polisi gencar melakukan operasi…

  2. Helmi Perdata
    22 Desember 2009 pukul 3:55 am

    Intinya peraturan adalah kesepakatan untuk kepentingan bersama bukan kepentingan/selera perorangan yang merasa dirugikan. Walau pada kenyataanya dilapangan sering tidak sesuai harapan, tapi harus ada perubahan budaya yang bertujuan untuk keselamatan bersama.

    day light on: efek langsungnya adalah untuk pengendara lain yang secara langsung secara visual/pandangan karena kecenderungan sifat dasar mata manusia yang lebih respon terhadap sumber cahaya yang lebih terang. Sehingga ada faktor kewaspadaan dari pengendara yang berpapasan dengannya.
    sebenarnya bolam lampu itu (atau komponen kelistrikan lainnya) harganya relatif murah aja dan jarang diganti juga. Setahun ganti bolam atau aki brapa kali emang?

    • satufikr
      28 Desember 2009 pukul 2:00 am

      terimakasih atas partisipasinya. memang betul semua tujuannya untuk keselamatan. namun ternyata di lapangan kadang tak sesuai harapan. yang saya tangkap dari banyak responden mereka lebih banyak yang mengeluhkan aturan ini karena meski siang hari, sinar lampu motor kadang membuat silau dan malah tidak konsen dengan sekitarnya (karena harus menutupi mata).

      kalau kita melihat di kelas menengah ke atas, gonta-ganti lampu tak masalah. Namun ketika bicara kelas menengah ke bawah maka hal itu bisa membuat bertambahnya anggaran. Atau bisa jadi waktu yang diperlukan untuk mengganti lampu itu sudah menyita kesempatan untuk berkarya.

      tapi bagaimanapun ya itu tadi kita wajib ikut aturan..maka dari itu tetep Nyalakan lampu motor…

  3. 1 Oktober 2013 pukul 1:02 pm

    I go to see day-to-day a few blogs and sites to read articles or
    reviews, however this weblog presents feature based writing.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: