Beranda > Motivasi > Tahun Baru

Tahun Baru

Pergantian tahun telah berlangsung beberapa hari yang lalu. Baik tahun baru hijriyah ( 18 desember 2009 ) maupun tahun baru masehi 2010. Gegap gempita masyarakat menyambut datangnya tahun baru terutama tahun baru masehi. Bahkan di segala penjuru dunia, malam pergantian tahun baru selalu menjadi momen tersendiri yang boleh dikatakan terlalu sakral untuk dilewatkan. Berbagai pertunjukkan dan keramaian dihadirkan untuk memperingatinya. Pesta kembang api, pawai atau konvoi, konser musik dan begadang semalam suntuk menjadi tradisi di setiap tahunnya. Memang perayaan tahun baru selalu diwarnai oleh gemerlap dunia.

Namun sayangnya semua itu hanya sebatas perayaan saja. Yang ketika sudah berlalu tak lagi ada yang bisa diambil manfaatnya. Terompet hanya menjadi pengisi tempat sampah. Sisa-sisa pesta malam hari hanya menjadi beban dinas kebersihan kota. Kemerlap kembang api hanya tinggal kenangan selintas bak memori dalam mimpi. Orang kembali ke kehidupan semula, nyaris tanpa ada perubahan berarti dalam hidupnya. Orang yang susah kembali kepada kesusahan, orang miskin tak lantas bergelimang harta. Sungguh sebuah kerugian ketika kita melewati sebuah masa dan hampir tak ada perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tahun Baru seharusnyalah menjadi sebuah Pemaknaan bukan sekedar perayaan.

Jika kita sadari, bertambahnya tahun berarti berkurangnya jatah usia kita. Adakah persiapan untuk yang telah kita lakukan?
Jika kita pahami, bertambahnya tahun berarti nikmat yang telah diberikan Alloh itu banyak. Sudahkah kita bersyukur?
Seharusnya kita mengerti bahwa pergantian tahun tak akan menjadi momen penting jika kita tak bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, setidaknya punya rencana perbaikan di tahun mendatang.
Seharusnya tahun baru tak hanya sekedar bertambahnya angka-angka tahun , namun juga bertambahnya kualitas diri,bertambahnya kebaikan dan bertambahnya ilmu.

Tahun baru seharusnya menjadi sebuah semangat :” Menjadi Lebih Baik ”

[dikarenakan banyaknya aktifitas dan kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya tema Tahun Baru ini baru bisa dipostingkan 5 hari setelah pergantian tahun]

  1. Zizima
    8 Januari 2010 pukul 12:46 am

    Setuju…
    Kenapa ramainya tahun baru masehi lebih heboh n lebih identik dengan pesta semalam suntuk.
    What happened dengan tahun baru Islam? tak banyak yang merayakan.
    semoga yang sedikit itu lebih barokah ya. Amiin.

    • satufikr
      8 Januari 2010 pukul 3:40 am

      Amiin..mungkin karena kita telah terkontaminasi tradisi barat..jadi meskipun mayoritas muslim tapi hal-hal berkaitan dengan islam kadang terlupakan..

  2. 15 September 2014 pukul 7:55 pm

    Good blog post. I absolutely love this website. Keep writing!

  3. 19 September 2014 pukul 10:02 pm

    Asking questions aare truily good thing iff you arre not
    understanding anything completely, except this paragraph provides nice understanding yet.

  4. 30 September 2014 pukul 9:14 am

    Tahun Baru | Satu Sama
    Cure Plantar Fasciitis conversational

    https://satufikr.wordpress.com/2010/01/05/tahun-baru/

  5. 2 Oktober 2014 pukul 2:44 pm

    Everything is very open with a clear description of the challenges.
    It was definitely informative. Your site is very useful.

    Thanks for sharing!

  6. 2 Oktober 2014 pukul 6:09 pm

    When you apply yourself, you will make your life magic.
    Women are attracted to Denzel’s smooth charm and confident stride.

    They stress over what she’s thinking, doing, and saying,
    and as a result, they turn her off.

  7. 4 Oktober 2014 pukul 12:29 pm

    Fine way of explaining, and pleasant piece of writing to take data on the topic of my presentation topic, which
    i am going to deliver in school.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: