Beranda > Ageman > Dilarang MATI !!!

Dilarang MATI !!!

Allah Ta’ala berfirman :
“Hai orang – orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa  dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Ali ‘Imran 102)

Dalam ayat diatas terdapat seruan bagi orang-orang beriman untuk senantiasa bertaqwa kepada Alloh dengan taqwa yang benar dan juga ada larangan untuk tidak mati kecuali dalam keadaan muslim.

Ternyata kita dilarang untuk mati?!
Ya, benar kita dilarang untuk mati dan meninggalkan dunia, kecuali kita dalam keadaan muslim. Karena hanya dengan meninggal dalam keadaan muslimlah kita akan selamat ketika berada di akhirat.

Dengan demikian bolehkah kita berbuat semaunya dan baru menjadi muslim sebelum ajal menjemput?

Dalam ayat lain Alloh berfirman :
“… Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (QS.YUNUS:49)

Setiap kita akan mengalami kematian. Kematian yang akan memutuskan dengan segala kesenangan dunia, segala kecintaan yang ada di dunia dan segala yang dicintai di dunia. Dan ternyata setiap kita tidak tahu kapan kematian itu akan datang. Tak seorangpun tahu berapa jatah usia yang diberikan.

Dengan demikian tak ada alasan bagi kita untuk berbuat semaunya. Karena kita tak tahu kapan ajal itu tiba, sementara untuk selamat kita harus dalam kondisi menjadi seorang muslim (berislam) maka tak ada pilihan bagi kita untuk sembrono dalam menjalani hidup. Karena kita tak tahu kapan ajal itu tiba, maka kapanpun dia datang kita harus siap, kita harus menjadi seorang muslim dan menjadi seorang mukmin kapanpun dan dimanapun.  HARGA MATI TAK BISA DITAWAR ! BERANI MENAWAR AKIBAT DITANGGUNG MASING_MASING…

Kita harus menjadi seorang muslim yang sebenarnya. Bukan muslim yang hanya status saja, melainkan juga menjadi muslim yang mencakup segala aktifitas kita, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali bahkan dalam tidur kita masih sebagai seorang muslim. Mulai dari ucapan, tindakan, sikap, perilaku, kebiasaan dan segala pemenuhan kebutuhan kita.

[dari berbagai sumber]

Kategori:Ageman Tag:, , , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: