Beranda > Pengalaman > Masihkah Kau Mencintaiku???

Masihkah Kau Mencintaiku???

Semalam, sehabis rapat takmir masjid  sekitar jam 10.20 [hasil rapat: dapat amanah baru fyuhh…, semoga bisa amanah ]. Iseng-iseng aku menonton televisi, setelah sebelumnya tilawah mengejar target [ dapat 3/5 (baca: tiga perlima ) juz.. lumayan.. ] dan dapet 5 hadits Bulughul marom. Scan sana sini, akhirnya terhenti di angka 6 di layar televisi menunjuk salah satu stasiun swasta. Ada acara yang menarik perhatianku. Meski saat itu entah sudah jalan berapa menit acara tersebut kukuatkan mata untuk melihat. Bukan karena suka, tapi karena penasaran. Acara itu judulnya Masihkah Kau Mencintaiku? yang dipandu oleh dua presenter kondang HY dan DN.

Sang pria tampak berdiri di depan podium. Dengan wajah tertutup topeng [mungkin untuk menyembunyikan identitas wajahnya] mengutarakan tuduhan kepada seorang wanita yang duduk di bangku sebelah kanan. Dengan nada tinggi sang pria mengatakan bahwa sang istri telah berselingkuh dengan teman wanitanya [jaman memang semakin gila..].Sang pria dengan nada mantap dan yakin karena melihat dengan mata kepala sendiri ulah sang istri di salon tempat istri bekerja, melontarkan tuduhan disertai alasan-alasan kecurigaannya. Sang pria mengutarakan gelagat istrinya yang sudah tidak bersemangat ketika suami pulang dan masuk kamar. Kemudian perilaku sang istri yang malah pergi ketika suami di rumah dan beberapa lainnya. Sang istri yang didampingi oleh kakaknya yang semua mengenakan topeng menyatakan pembelaan diri. Bahwa semua tuduhan itu bohong. Tak kalah tinggi nadanya sang istri menuduh balik bahwa sang suami juga berselingkuh.

Sementara itu pendukung pihak suami yang didukung ibu serta kedua kakaknya dan pihak istri yang didukung kedua kakaknya tak kalah sengit dalam melontarkan perkataan [yang menurutku tidak sopan, cenderung jorok dan amoral]. Masing-masing membela pihaknya adalah yang benar dan menuduh pihak lawan yang salah. Pertengkaran mulut-pun semakin seru dan terlihat penonton di studio mulai bertepuk tangan demi melihat pertengkaran itu. Seakan-akan memberi semangat untuk lebih seru lagi dalam bertengkar.

Pertengkaran dihentikan sementara untuk mendengarkan nasehat dua dewan juri yang salah satunya adalah psikolog. Nasehat-pun diberikan dengan isi yang seimbang tidak berat sebelah. Namun setelah nasehat itu selesai, pertengkaran-pun dilanjutkan kembali [ nasehat kok dianggap intermezzo saja…ckckck ]. Kali ini sang istri menuduh kalo kakaknya sang suami sering mengintip dia mandi [astaghfirulloh..ckckck] . Dan katanya itu sering terjadi ketika suaminya pergi. Tentu saja pihak kakak sang suami menyanggahnya. Tapi sang istri tetap ngotot bahwa itu memang benar. Pertengakaran-pun menjadi lebih seru karena kedua belah pihak ikut larut dalam pertengkaran sembari diiringi tepuk tangan penonton yang membawa pertengkaran itu jauh lebih dalam dari sebelumnya [ weh jadi kata-kata hipsnotisnya tomy rafael yang muncul ].

Akhirnya acara itu berujung di iklan, karena setelah itu aku tidak berminat lagi menonton. Ujung-ujungnya sudah bisa ditebak. Kalau gak rujuk yang cerai. Dulu sempat pula lihat acara itu dan di akhir acara ditanya apakah akan baikan atau cerai. Beberapa menjawab akan rujuk dan tak jarang pula yang bercerai dan kata cerai-pun diungkap di situ.

Seperti di awal saya tulis bahwa saya tidak suka acara itu, hanya penasaran seberapa parahkah sebagian masyarakat kita sampai-sampai rahasia rumah tangga harus dipublikasikan secara nasional. Tak jarang aib-aib pribadi dan keluarga menjadi bahan penghangat pertengkaran. Hal-hal yang seharusnya hanya diketahui oleh sepasang suami-istri ( seperti aktifitas di tempat tidur ) menjadi bahan untuk menjatuhkan pihak lain. Padahal dulu mereka sama-sama, mereka menikah, mereka sudah mengikat janji. Kalau sudah begitu menjadi diragukan motivasi mereka menikah dulu.

Saya heran juga kenapa acara seperti itu diperbolehkan, bahkan disiarkan rutin. Sudah sedemikian longgarkah filter dari pihak-pihak yang terkait?

Dilihat dari sisi etis, jelas acara tersebut mengandung hal-hal yang kurang (bahkan tidak) etis. Antara lain:

1.Pertengkaran mulut dibiarkan saja. Padahal waktu kita kecil kalau bertengkar dengan teman saja harus di suruh segera akur lagi. Tetapi disini yang terjadi adalah pertandingan adu mulut. Suporter mendukung agar pertengkaran terus berlanjut.
2.Saling cela dan saling menghina bukan lagi perkara yang memalukan. Tujuan utamanya hanya agar terbukti pihaknya yang benar dan pihak lawan salah. Kemenangan sepihak menjadi tujuan utama.
3. Pelanggaran etika berbicara sering terjadi. Tak jarang menantu berani berkata kasar kepada mertuanya, istri berani melawan suami. Selain itu juga menyebut-nyebut kejelakan keluarga pihak lawan.
4. Terlontarnya umpatan, cacian, kata-kata jorok, teriakan dan perbuatan amoral lainnya.

Jelas ini bukan merupakan tontonan yang bisa menjadi tuntunan. Meskipun mungkin, tujuan acara itu adalah menjembatani kasus-kasus keretakan  rumah tangga dan mencari solusi, tetapi tata cara dan metodenya bukan merupakan hal yang patut untuk ditiru. Bagaimana seseorang mengobral masalah rumah tangganya di depan umum tanpa canggung dan malu. Padahal kebanyakan kita, malu kalau urusan rumah tangga diketahui orang lain, bahkan diketahui orangtua-pun malu. Lalu apakah mereka bisa dikatakan orang-orang yang punya malu?

Kalau sudah begitu, semisal mereka jadi rujuk kembali, bukankah setiap orang yang menonton itu jadi tahu aib-aib suami-istri tersebut. Mungkin di sini kita gak mengenal mereka, tapi orang-orang sekitar mereka yang pasti tahu siapa mereka meski ditutup topeng jadi ikut-ikutan tahu juga. Dan jika mereka berpisah (bercerai) maka menyulitkan mendapat jodoh lagi karena sudah ketahuan boroknya.

Bukankah kita dituntunkan oleh agama, bahwa kasus rumah tangga harus diselesaikan berdua. Kalau tidak mampu maka dengan bantuan orang yang netral yang dihormati oleh keduanya. Dan harus diselesaikan dengan cara yang baik. Kalau akhirnya bersatu kembali maka dengan cara yang baik dan kalaupun berpisah juga dengan cara yang baik pula.

Yuk mari selesaikan setiap pertengkaran dan salah paham dengan cara yang baik. Jangan sampai kita membuka aib sendiri setelah sebelumnya ditutup oleh Alloh. Dimana masih ada hati yang bersih, maka hal-hal yang baik akan selalu bersama kita.

Footnote:

1) Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallohu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasululloh Shollallohu alaihi wassalam bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah apabila seseorang berbuat dosa di malam hari kemudian Alloh telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Alloh telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Alloh dari dirinya (HR. Muslim)

2) Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aiseorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Alloh untuk membaca Kitabulloh dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Alloh akan menyelimuti mereka, dan Alloh memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya.” (Hadits  diriwayatkan oleh Muslim)


  1. 10 Februari 2010 pukul 10:58 pm

    pernah nonton juga, acara ini memfasilitasi keinginan nafsu untuk melihat pertengkaran dan ekspose rahasia orang lain

    • satufikr
      15 Februari 2010 pukul 3:46 am

      sayangnya acara semacam ini justru memiliki rating yang tinggi yang secara tidak langsung menunjukkan tingginya minat masyarakat menontonnya..ckckck..

  2. batari
    14 Maret 2010 pukul 7:51 am

    saya pernah nonton beberapa kali…
    kalau menurut saya, itu acara cuma rekayasa saja. kasusnya mungkin nyata.
    masak ada sih orang yang mau rahasia pribadi, rahasia keluarga dan kejelekan2 dirinya di ketahui banyak orang walaupun mereka secara tampilan dipakein topeng..

    untuk mengambil hikmah dari kasus mungkin bisa, kita bisa belajar dari pendapat para ahli yg berkomentar..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: