Beranda > Opi Niku > Facebook Unjuk Taring

Facebook Unjuk Taring

Pada awal kemunculan Facebook sudah ada pro dan kontra di kalangan masyarakat dalam menanggapinya. Ada yang setuju bahkan begitu mendukung keberadaan Facebook. Sementara sebagian memandang pesimis keberadaan Facebook bahkan sempat hampir ada fatwa Facebook haram.

Facebook memang merupakan sebuah fenomena. Kemunculannya memberikan perubahan signifikan di dalam masyarakat. Bahkan perkembangan terkahir Facebook seolah-olah sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Hampir semua kalangan mengenal dan menggunakan Facebook. Sebagai salah satu Jejaring Sosial, Facebook mempunyai kelebihan ( berupa kemudahan dan fitur yang lengkap ) untuk digunakan oleh masyarakat di dalam menjalin hubungan komunikasi. Kalau dulu masyarakat untuk mengetahui kabar dan berita kawan lama harus berkunjung ke rumah, maka kini dnegan menambahkan akun teman lama kita ke dalam akun kita maka perkembangan berita kawan lama kita bisa dengan mudah dipantau. Tak jarang pula kita bisa berkomunikasi aktif entah melalui chating, pesan/ message maupun komentar-komentar di Facebook. Dari sisi ini Facebook bisa dikatakan bermanfaat bagi kehidupan kita terlepas dari dampak kecanduan yang ditimbulkannya.

Dalam perkembangannya ternyata Facebook tidak selalu membawa manfaat ketika tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kemudahan dalam penggunaan Facebook mulai dari mencari teman kemudian berkomunikasi secara intens telah disalahgunakan oleh segelintir orang untuk merugikan orang lain. Sebut saja kasus-kasus penculikan remaja putri yang dilakukan oleh teman Facebook-nya yang belakangan kasusnya terus bermunculan. Atau kasus penipuan untuk meraup uang dari korban. Modusnya adalah mengajak kenalan kemudian intens berkomunikasi bahkan di luar Facebook seperti e-mail, sms atau telpon. Kemudian ketika korban telah terjerat maka sang pelaku mulai melancarkan aksi pemerasan uang dengan dalih sakit parah sampai harus operasi dengan biaya mahal atau ada anggota keluarga pelaku yang butuh donor. Setelah puas mengeruk uang korban maka pelaku akan berpura-pura pergi dalam jangka waktu lama kemudian dia akan melakukan aksi lagi terhadap calon korban lainnya.

Lain waktu Facebook membuat orang berani untuk melakukan tindakan pelecehan dan penghinaan terhadap orang lain. Sebagaimana kasus 4 siswa  SMU di Tanjung Pinang Riau, yang harus dikeluarkan dari sekolah karena terbukti menghina guru wanita di sekolah tersebut. Bahkan beberapa diantaranya merupakan siswa yang berprestasi dan dikenal sebagai anak yang baik. Secara tidak sengaja Facebook telah memunculkan keberanian ( kenalakan ) mereka untuk menghina orang lain yang dalam hal ini guru mereka. Bagaimana sebuah etika mudah saja dilanggar melalui sebuah teknologi bernama Facebook.

Bagaimanapun Facebook hanyalah sebuah alat. Kebaikan dan keburukan yang diakibatkannya tergantung dari si pengguna Facebook. Bisa dikatakan internet pada umumnya dan Facebook khususnya merupakan media dimana setiap orang bebas menuliskan apa saja, boleh menuangkan apapun. Namun bukan berarti kita boleh seenaknya saja menggunakan Facebook tanpa menghiraukan aturan dan etika. Ketika aktifitas dunia maya telah menyinggung dunia nyata maka disana berlaku pula hukum-hukum yang ada di dunia nyata.

Untuk itu perlu waspada dan hati-hati dalam menggunakan teknologi termasuk Facebook. Jangan sampai ‘keisengan’ kita mengakibatkan kerugian orang lain dan membawa bencana bagi diri sendiri.

  1. A.J.I
    17 Februari 2010 pukul 6:21 am

    Mantap infonya bro,….ijin sedot ilmunya

    • satufikr
      12 April 2010 pukul 6:38 am

      sip..dipersilahkan saja..moga bermanfaat..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: