Beranda > Cekikik > Di Terowongan Kereta Api

Di Terowongan Kereta Api

Di dalam sebuah kereta api duduklah empat orang penumpang. Seorang remaja putri, seorang Nenek, seorang pemuda dan seorang Kepala Polisi. Keempatnya duduk dalam satu blok kursi penumpang. Remaja putri duduk di samping Nenek. Di hadapannya duduklah pemuda dan Kepala Polisi.

Dalam perjalanan, maka lewatlah kereta api itu melalui sebuah terowongan bawah tanah sepanjang 100 m. Ketika melintas di terowongan tersebut keadaan di dalam kereta api menjadi gelap karena lampu memang tidak dihidupkan. Di dalam kegelapan kereta tiba-tiba terdengarlah suara seperti seseorang sedang mencium. Tak lama kemudian terdengar suara tamparan “PLAK”. Tak lama kemudian kereta api telah berhasil melalui terowongan dan suasana menjadi terang kembali.

Setelah kejadian ‘ciuman’ tersebut masing-masing penumpang bergumam dalam hati.
Remaja Putri : ” Untung bukan aku yang dicium tadi.. Tapi kasihan tuh nenek, sudah tua masih di embat juga. Benar-benar tak bermoral tuh orang.”
Nenek :” Kasihan remaja putri ini, sudah perginya sendirian di dalam kereta diperlakukan tidak senonoh. Tapi salut juga dia berani membela diri.”
Kepala Polisi : ” Benar-benar apes, tidak berbuat kok kena getahnya. ” kata Pak Polisi sambil mengelus-elus pipinya yang kena tampar.
Sementara sang pemuda dalam hatinya tersenyum puas dan berkata : “Kapan lagi bisa menampar seorang Kepala Polisi.” sambil mengusap tangan yang dicium dan digunakan untuk menampar Kepala Polisi tadi.

[adaptasi dari guyon suroboyoan yang diceritakan kembali oleh pak Komandan]

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: