Beranda > Tips Bermanfaat > Tipe Pembicaraan

Tipe Pembicaraan

Dalam kehidupan sehari-hari hampir setiap kita melakukan aktifitas bernama bicara atau ngobrol. Dan forumnya disebut pembicaraan. Kita juga sering melihat perbedaan cara orang berbicara satu sama lain. Bahkan tidak usah jauh-jauh, lihat diri kita sendiri. Kita akan mengatakan bahwa cara kita berbicara berbeda-beda dengan setiap orang tergantung seberapa akrab kita dengan orang lain tersebut.

Namun tidak menutup kemungkinan juga tergantung bagaimana watak orang tersebut apakah tertutup (pendiam), rame/banyak bicara (cerewet) atau sedang-sedang saja ( rame enggak,pendiampun enggak).Berdasarkan hal tersebut maka tipe pembicaraan dibagi menjadi model berikut:

1.Model Interview (wawancara)

Seperti orang yang sedang melakukan wawancara ( kita sebagai pewawancara), kita hanya bertanya sedikit (bicara sedikit) tetapi kita akan mendapat jawaban yang panjang lebar. Model ini akan kita rasakan ketika kita berbicara dengan orang yang berpembawaan rame, dan terbuka ( lebih rame dari kita). Mengasyikkan memang,karena suasana terlihat cair dan enak ( kayak susu wae…). Tapi kadang jika tanggapan lawan terlalu berlebihan juga jadi menjengkelkan,seperti kita mendengarkan seorang sales yang menawarkan dagangannya. Apalagi jika tanggapannya sudah melenceng dari etika berbicara yang baik seperti ghibah atau hujatan-hujatan.

Jika berhadapan dengan yang demikian maka pandai-pandainya kita mengalihkan pembicaraan atau menyetop agar gak terlalu panjang lagi. Yang pasti model seperti ini akan menambah pengetahuan kita karena kadang lawan bicara memberi informasi yang banyak untuk kita.

2.Model Investigasi atau Yes/No

Sebagaimana investigasi di kepolisian terhadap penjahat (kita sebagai polisinya),kita bertanya panjang lebar tapi hanya dijawab sedikit. Tak jarang hanya jawaban “ya” atau “tidak” atau “oooooo”. Model ini dapat kita rasakan jika berbicara dengan orang yang pendiam setidaknya lebih pendiam dari kita (lebih pendiam lebih terasa,hmmm…). pendiam memang baik, tapi kadang untuk banyak hal kurang menguntungkan juga. kita sudah berbusa-busa dalam berbicara ee taunya hanya di jawab “oooo”. Menjengkelkan memang, sampai kadang kita bingung bagaimana harus memulai ngobrol lagi dan topik apa yang menarik. Tapi sebagai insan yang baik maka kita harus bersabar, insya Alloh dapat pahala. Disamping itu jika bener2 udah mentog yaa diamkan saja. lebih save,tak terjebak oleh fitnah lidah. Biarkan waktu berlalu dalam keheningan suasana atau deru kuda besi. hehehehe. Dalam model ini kita akan lebih bisa mengalihkan energi kita untuk berdzikir saja.
3.Model Diskusi

Dalam model ini antara kita dan lawan bicara sama-sama punya kesempatan untuk berbicara secara seimbang ( meski tidak saklek 50%-50%). Biasanya ini terjadi jika berhadapan dengan teman yang sudah akrab atau mungkin bisa juga dengan orang yang memang supel dalam bergaul. Model seperti ini lebih mengasyikkan dan menyenangkan karena kita berada pada posisi di tengah-tengah. Kita tidak mendominasi ataupun didominasi. Inilah model pembicaraan yang  banyak disukai oleh kebanyakan orang.
model lain yaitu model patung yaitu sama-sama diam. Nah kalau ini mah bukan pembicaraan. Makanya tidak dimasukkan dalam model pembicaraan.
Kemudian ada beberapa cara yang dapat diterapkan dalam cara menanggapi lawan bicara tentu berkaitan dengan seberapa banyak kata yang kita keluarkan.

Pertama, jika kita berhadapan dengan orang yang banyak bicaranya minta ampun atau cukup banyak biacara maka lebih enak kalo kita agak jadi pendiam. Masalahnya kalo kita ikut-ikutan banyak bicara malah jadi heboh dan dijamin gak karuan karena masing-masing ingin mendominasi pembicaraan dan akhirnya malah tidak mengasyikkan. Batasan seberapa tidak mengasyikkannya tergantung pribadi masing-masing. Tapi ketika arah pembicaraan sudah melenceng maka kita harus tegas dan berani untuk meluruskan kembali.
Kedua, jika kita berhadapan dengan orang yang irit bicara alias pendiam (tapi bukan karena kelainan fungsi mulut, seperti sedang sariawan , atau memang oleh Alloh diuji dengan diambilnya fungsi bicara ) maka sebisa mungkin kita harus sedikit lebih banyak bicara. Tujuannya agar suasananya menyenangkan. Tentunya ini susah jika kita sendiri termasuk yang pendiam.hehehehe…Tapi jika kita sudah begitu ( bicara agak banyak) dan gak ditanggapi juga yaa berarti kita gak usah repot-repot. Diamkan saja kalo perlu tinggalkan ( wah rodo sadis, ini gak direkomendasikan). Tapi terkadang jika kita jadi lebih diam (pura-pura jadi lebih pendiam,pent-) dari teman kita yang pendiam maka biasanya dia yang akan mulai ngajak ngobrol duluan (ketoke ini pernah saya praktekkan).

Ketiga, kalo berhadapan dengan teman kita , maka sesuaikan dengan kondisinya dia. Jika dia sedang ingin banyak bicara atau curhat alias sharing maka kita harus memposisikan diri sebagai pendengar yang baik saat dia bicara , dan bisa ngasih saran/menanggapi yang seperlunya saja tidak berlebihan. Tapi kalo teman kita kelihatan sedang tidak banyak bicara karena sedang ada masalah atau sakit maka kita harus bisa memposisikan sebagai penghibur yang baik. (tapi pengalaman dengan teman akrab, jika sedang ada masalah maka biasanya diguyoni/dibercandain dulu baru setelah itu dihibur, meski kadang guyonane malah bikin tambah masalah, tapi itulah teman baik dalam candanya tetep ada cinta..weleh weleh).

Nah terlepas dari itu semua , kita tetep harus pandai-pandai dalam berbicara.jangan sampai kita terjebak dalam pembicaraan yang sia-sia atau bahkan pembicaraan yang menyebabkan dosa.
ingat hadits:

“Sebagian tanda kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna.”

dan

“Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam.”

wallohu a’lam

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: