Beranda > Tak Berkategori > Komedi Kekerasan

Komedi Kekerasan

Akhir-akhir ini marak acara televisi bertajuk komedi. Hampir semua stasiun televisi mempunyai siaran komedi baik tingkat nasional maupun  lokal. Seiring tanggapan yang positif dari masyarakat tentang komedi [ yang dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat akan hiburan] menjadikan komedi laris manis menjadi tontonan dengan rating yang tinggi. Boleh jadi komedi-komedi tersebut menrupakan salah satu cara masyarakat mencari hiburan di tengah sulitnya atmosfer kehidupan yang semakin kejam.

Disatu sisi komedi mampu memenuhi tujuannya menghibur masyarakat. Namun di sisi lain komedi di tanah air bermetamorfosis menjadi sesuatu yang membahayakan. Jarang kita jumpai materi-materi guyonan mengandung pendidikan dan pengetahuan. Yang ada adalah bentuk pengejawantahan dari bentuk kekerasan, kebodohan, pelecehan dan penghinaan. Dan tanpa disadari ternyata masyarakat lebih menyukai konsep  komedi yang seperti itu. Lihat saja para pelawak yang mendorong-dorong temannya hingga jatuh menjadi salah satu sumber tertawaan penonton. Pemukulan terhadap lawan main menggunakan benda-benda di sekitar kita. Meskipun itu terbuat dari bahan lunak ( sterofom atau gabus ) namun masyarakat [terutama] anak-anak akan melihat bentuk kekerasan yang dilakukan [jarang yang berpikir tentang bahan yang digunakan].

Selain itu materi yang disukai adalah bentuk – bentuk pelecehan, membodoh-bodohkan oranglain, mengejek kekurangan dan kelemahan orang lain dan menghinakan orang lain bahkan diri sendiri. Ditunjang dengan dialog-dialog yang kurang bermutu dan kurang cerdas menjadikan acara komedi di televisi lebih menjadi racun daripada hiburan. Boleh dibilang dialog-dialog lebih mengarah kepada hal-hal berbau mesum dan memperlihatkan ketidak sopan-santunan daripada hal-hal yang bersifat pendidikan.

Sudah saatnya bagi kita untuk pandai-pandai memilih dan memilah mana acara televisi yang bermanfaat dan mana yang membahayakan. Bagi kita yang sudah dewasa dan orangtua mungkin lebih bisa memahami dengan baik mana yang nyata mana yang bohongan. Tetapi bagi anak-anak, apa yang dilihat itulah yang dianggapnya nyata. Bagaimanapun membatasi untuk menonton televisi merupakan langkah bijak menyelamatkan diri sendiri dan generasi sesudah kita.

Kategori:Tak Berkategori Tag:, , , , ,
  1. 20 Mei 2013 pukul 7:37 pm

    Now I am ready to do my breakfast, later than having my breakfast coming over
    again to read further news.

  2. 8 Juli 2013 pukul 7:51 pm

    Very shortly this web site will be famous amid all blog users, due to it’s pleasant posts

  3. 19 Juli 2013 pukul 1:39 pm

    Nice post. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon on a daily basis.
    It will always be exciting to read articles from other authors and practice a little
    something from their web sites.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: