Beranda > Pengalaman > hening malam

hening malam

dingin mulai merambati bulu-bulu kakiku. perlahan-lahan menusuk masuk pori-pori kulit. biar saja kurasakan dinginnya malam ini. bertemankan temaram cahaya bulan. oh sebentar kutengok ke atas. ah ternyata rembulan telah berselimutkan awan hitam.bintik-bintik bintang pun rasanya enggan bersinar. pupus sudah, rembulan tak menemaniku malam ini. mungkin sinarnya asyik bercanda entah dimana.

masih terasa dingin malam ini.hening, tanpa suara. oh sebentar daun telingaku menangkap sesuatu. dengkuran raga-raga yang lelap terdengar begitu rupa. meyakinkanku bahwa malam ini benar-benar sunyi.mungkin saja sudah banyak raga berselimutkan kehangatan di kamar masing-masing. aku masih di sini saja. oya di seberang sana si jangkrik mengerik. bersahut-sahutan dengan sang kodok yang mengorek. entah apa yang mereka lagukan. aransemennya luar biasa. sebentar suara manusia tiba-tiba menyentak.buyar sudah konser binatang-binatang malam.buyar pula keinginan melanjutkan kisah malam ini. sudahlah biar saja waktu mencatat ceritaku selanjutnya. aku dan malam hening.

[HIC, 20-10-2010]

  1. 20 Oktober 2010 pukul 2:44 pm

    Kok jadi merinding gini ya bacanya, hahaha. Salam kenal

    • satufikr
      22 Oktober 2010 pukul 3:14 am

      salam kenal mas ageng..tulisan kamu juga oke punya.sudah kukunjungi.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: