Beranda > Motivasi > Potensi Diri

Potensi Diri

Suatu waktu di suatu tempat terjadi dialog :

“Ayah..besok kalo aku udah gede mau jadi pilot.biar bisa kemana-mana.” kata seorang anak kepada ayahnya. “Iya kamu pasti bisa” jawab ayahnya.

di tempat yang lain juga terjadi dialog :

“Abi, aku pengen jadi penghafal Al-Quran..” kata seorang anak kepada bapaknya. ” Insya Alloh, abi bantu doain Nak” jawab bapaknya.

Tempat lain tak luput juga terjadi dialog :

“Simbok, mbenjang kulo pengen dados juragan lombok ” kata seorang anak desa kepada ibunya. ” Iyo Ngger mugo2 kasembadan” jawab ibunya.

Eh, di tempat yang lain lagi-lagi terjadi dialog :

” Pak masak kita cuma bisa jadi pengais sampah, besok aku pengen jadi pengepul sampah ah biar meningkat” kata anak yang bapaknya seorang pengais sampah. ” Baiklah Nak jika itu sudah menjadi tekadmu” kata sang bapak.

Satu lagi di tempat yang lain dari yang lain terjadi dialog pula:

” Bu, besok gede aku pengen jadi anggota DPR, biar bisa ke luar negri terus” kata seorang anak kepada ibunya. ” Aduh Nak, gak ada pilihan lainkah di hatimu” jawab ibunya khawatir. Sang anak berpikir lagi lalu berkata ” ya udah deh kalo gitu aku jadi ketuanya DPR saja..”

———————————o0o——————————–

Ketika kita membaca biografi orang-orang besar, seringkali kita berpikir “kok bisa ya mereka seperti itu”. Lalu akan muncul pertanyaan “bisakah aku menjadi seperti itu?”. Setiap kisah yang menginspirasi [inspiring story] akan membuat kita berpikir apakah bisa mengikuti jejak langkah mereka. Terkadang kita menjadi kurang yakin dan berkata bahwa memang orang-orang tersebut adalah orang-orang yang hebat. Padahal setiap kita sebenarnya punya potensi yang sama dengan mereka.

Mari kita renungkan. Berapa jam sehari waktu mereka dalam sehari? 24 jam seperti kita bukan? Apa sih yang mereka makan? Bukankah sama dengan kita, masih seputar karbohidrat, protein, lemak, vitamin. Apa yang mereka hirup? Bukankah masih udara yang kita hirup juga. Dan masih banyak hal lain yang sama, yang menandakan bahwa sebenarnya kita punya kemampuan yang sama dengan mereka. Lalu mengapa kita harus meragukan diri sendiri. Kita harus yakin bahwa kita bisa seperti mereka. Kunci utamanya adalah keyakinan, usaha dan doa.

Mereka bisa menjadi seperti yang kita kagumi bukan tanpa hambatan. Mereka terbiasa melalui cobaan demi cobaan, mereka hafal betul dengan ejekan dan sindiran. Mereka pun tak jarang dihadapkan pada kondisi yang sulit, lingkungan yang tidak mendukung dan semangat yang kadang naik-turun. Namun yang pasti setiap mereka punya keyakinan bahwa AKU BISA. Mereka adalah orang-orang yang menanamkan dalam diri mereka bahwa perubahan tak akan terjadi tanpa ada keyakinan yang kuat dan usaha yang terus-menerus serta disertai keyakinan bahwa Sang Pencipta pasti menolong hamba-Nya yang berusaha.

Perhatikanlah perkataan ini :

“Setiap kita dibekali bakat dan kemampuan yang sama. Tinggal bagaimana kita mengolahnya untuk membentuk kita menjadi seperti apa.” ~MzT~

Jika kita ingin berhasil dan menjadi orang sukses, perkuat keyakinan kita, pertegas langkah kita dan pertebal keimanan kita. Salam Sukses !!!

*Bunder, jam 2 kurang 3 menit.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: