Beranda > Umum > Manusia Setengah Saja

Manusia Setengah Saja

Manusia tanpa agama memang bisa hidup. Fisiknya tumbuh lalu menua setelah itu mati. Namun tanpa agama jiwa manusia akan mati bahkan selagi fisik itu masih tegak berdiri. Manusia tanpa agama tak pernah merasa lengkap meskipun dia bisa menampakkan kepada manusia bahwa dia bahagia. Namun jiwanya akan menangis, meratap, meronta, menggemuruh menyesakkan rongga dada.

Jelas sudah manusia tanpa agama.Lalu bagaimana halnya manusia yang beragama sebatas status dalam kartu identitas. Kondisinya bukankah sama dengan manusia tanpa agama? Hanya saja ia tak disebut atheis.

Manusia setengah saja. Aku lebih suka menyebutnya begitu. Bukan fisiknya yang setengah melainkan jiwanya yang setengah. Sedang setengahnya siap menggerogoti setengah jiwa yang sudah ada. Sama saja akhirnya jiwanya mati.

Manusia setengah saja. Perutnya selalu penuh dengan aneka rupa makanan. Tanpa pernah merasakan lapar. Malamnya begitu singkat, karena ia habiskan dengan tidur. Matanya tak pernah bangun di akhir malam, telinganya tak pernah mendengar panggilan Tuhan. Waktunya habis untuk hal sia-sia. Pekerjaan yang pasti dia lakukan adalah menghabiskan waktu. Sementara di tempat lain ada manusia yang kekurangan waktu. Ah andai waktu bisa dibagi-bagi, disedekahkan atau diperjualbelikan. Padahal waktu terus berjalan mengantarkan manusia pada pisau pemisah raga dan ruh.

Manusia setengah saja. Bukan aku, bukan kalian, bukan kita. Manusia setengah saja, mungkin saja label kita saat ini.Tapi, selagi masih ada waktu kenapa tidak berusaha menjadi manusia seutuhnya. Toh kesempatan itu masih diberikan, pintu tobat masih terbuka.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: