jump to navigation

Sebenar-benarnya Cinta November 6, 2009

Posted by satufikr in Dunia Remaja.
Tags: , , , ,
add a comment

cintasuciMembahas soal cinta bisa dikatakan “gak ada matinya“. Cinta selalu menjadi topik yang “up to date” bagi setiap insan, baik yang baru mengenal cinta maupun yang sudah berpengalaman.

Sebenarnya apa sih cinta itu?

Perasaan cinta (bahasa kerennya: mahabbah) merupakan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang terhadap sesuatu sehingga mendorongnya untuk memperlakukan sesuatu itu dengan perasaan gembira, senang, penuh kasih sayang dan lemah lembut.

Cinta merupakan sunatulloh (fitrah) yang diberikan oleh Alloh kepada semua makhluk termasuk manusia. Dengan cinta, seekor binatang buas bisa merawat dan menyayangi anak-anaknya. Karena cinta, seorang ibu rela mengorbankan hidupnya untuk sang anak. Atas nama cinta pula kita hidup di dunia ini. Kalau boleh dikatakan “kita hidup karena cinta dan untuk cinta“.

Seseorang bisa dikatakan cinta atau boleh mengaku mencintai sesuatu jika ia menunjukkan tanda-tanda orang yang jatuh cinta. Apa saja itu? (lagi…)

Samudera Ampunan-Mu Oktober 26, 2009

Posted by satufikr in Pu-easy.
Tags: , , , , ,
add a comment

lautlaut

 

 

 

 

 

Langkah kaki tertatih meniti kehidupan
Sejengkal demi sejengkal terlewati
Dan nafas perlahan-lahan memburu
Menuju batasnya

Sementara waktu habis
dalam rangkaian dosa demi dosa
entah sampai kapan akan berhenti
terhapus oleh kebaikan

Lisan begitu ringan
membicarakan aib orang lain
sementara terasa berat dan kelu
mengucap taubat

(lagi…)

Adab Memasuki Rumah Orang Lain Oktober 21, 2009

Posted by satufikr in Addin.
Tags: , , , ,
add a comment

rumahnanasDiantara kesempurnaan Islam adalah diaturnya kegiatan manusia dari yang besar bahkan sampai yang kecil yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap sepele. Salah satunya adalah bertamu. Bagaimana sering kita perhatikan bahwa seringkali adab-adab bertamu tak lagi diperhatikan. Orang dengan seenaknya selonong sana selonog sini. Bagi seorang muslim sudah sepantasnyalah segala sesuatu itu sesuai aturan Al-Quran. Di sini disampaikan mengenai adab bertamu yang diambil dari Kitab Tafsir Ibriz. Ditulis hari Rabu 21 Oktober 2009 setelah mengikuti pengajian tafsir rutin setiap pagi. Kali ini mengenai Quran Surat Annur ayat 27 -29.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu  ingat. [:27]

Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [:28]

Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” [:29]

Keterangan Tafsir :

(lagi…)

Sudahkah kau cinta? Oktober 1, 2009

Posted by satufikr in Pu-easy.
Tags: , , ,
2 comments

awancintaJika Cinta merupakan hal yang paling sulit dimengerti
Begitu halnya orang-orang yang dilanda Cinta semakin sulit dipahami.

Adakah orang yang dilanda Cinta itu merasa sendirian ketika dia bersama sang kekasih yang selalu menyertai langkahnya.?
Adakah orang yang dilanda Cinta itu merasa bosan bila sang kekasih senantiasanya melihatnya dan memperhatikannya?
Adakah orang yang dilanda Cinta itu berani berbuat sesuatu yang membuat sang kekasih marah dan cemburu?
Adakah orang yang dilanda Cinta itu enggan untuk selalu bertemu dengan sang kekasih?

(lagi…)

satu lagi : Sebelum Nikah September 24, 2009

Posted by satufikr in Seputar NiKaH.
Tags: , , ,
add a comment

cincinPersiapan sebelum pernikahan:
1.KESIAPAN PEMIKIRAN
Seseorang sebelum menikah dia harus sudah memiliki dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya. Seorang muslim ketika ingin menikah dia harus tahu bahwa dia adalah muslim dan tahu mengapa dia menjadi muslim. Hal ini penting karena setelah menikah kita akan menghadapi alternatif-alternatif, masalah-masalah yang penyelesaiannya memerlukan kematangan visi kita menjadi muslim. Kesiapan untuk menghadapi dan menyelesaikan semua persoalan-persoalan rumah tangga baik secara personal, internal maupun eksternal.
Pengetahuan hak dan kewajiban suami dan istri, pengetahuan tentang pendidikan anak, pengetahuan tentang kesehatan terutama hal -hal mendasar juga perlu untuk dipahami agar tidak terlalu banyak berhubungan dengan dokter (bisa menghemat finansial juga). Dianjurkan untuk banyak membaca buku-buku tentang pernikahan atau bertanya pada orang yang sudah menikah.

2.PSIKOLOGIS
Orang yang matang secara pribadi ialah orang yang bisa mentransfer visinya menjadi kepribadiannya/karakter. Terkadang ada orang memiliki dualisme kepribadian yaitu mempunyai pemahaman yang baik tetapi tidak bisa menjadikannya karakter. Dia secara teori bisa mengatakan dengan sangat baik akan tetapi pada prakteknya mengalami distorsi atau ketidaksesuaian dengan apa yang diucapkan. Kematangan tertentu dalam psikologis diperlukan untuk menghadapi tantangan besar dalam hidup dan menjalankan tanggung jawab. Situasi jiwa sebelum dan sesudah menikah akan berbeda. Apa yang sebelumnya kita miliki sendiri akan menjadi milik istri kita dan juga lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh tentang kepemilikan waktu. Waktu ketia sudah menikah tidak lagi menjadi milik kita akan tetapi terbagi menjadi waktu individu, waktu keluarga, waktu sosial, waktu kerja. Waktu individu diguakan untuk dirinya sendiri, waktu keluarga dibagi bersama istri, waktu sosial untuk memenuhi kebutuhan kemasyarakatan dan waktu bekerja untuk memenuhi kebutuhan finansial kita. Kita dituntut untuk menjaga keseimbangan tersebut.

(lagi…)

Ayo baca baca baca September 24, 2009

Posted by satufikr in Opi Niku.
Tags: , , , ,
add a comment

bukutua

Membaca merupakan sebuah metode yang efektif untuk mengetahui berbagai ilmu. Buku sebagai sarana yang dibaca mempunyai peran yang penting dalam proses transfer ilmu pengetahuan. Melalui buku seseorang dapat membagi pengetahuannya tanpa harus bertatap muka dengan yang membaca. Dalam sebuah pepatah dikatakan bahwa “Buku adalah Jendela Dunia”. Memang tidaklah berlebihan dikatakan demikian karena banyak hal yang bisa diketahui melalui buku. Bahkan kemajuan sebuah negara dapat ditentukan dari seberapa besar minat warganya terhadap buku, bukan hanya dalam hal penjualan buku yang tinggi tetapi lebih kepada seberapa banyak waktu yang diluangkan untuk membaca buku.

Secara khusus di Indonesia, yang mana dari sebuah penelitian disebutkan bahwa minat baca rakyat Indonesia tergolong rendah. Memang dari segi banyaknya buku yang terjual dan jumlah waktu yang digunakan oleh rata-rata rakyat Indonesia untuk membaca memang tergolong sedikit. Dari sebuah sumber disebutkan bahwa yang mempunyai minat terhadap buku kurang lebih hanya 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun rendahnya minat baca rakyat Indonesia tidak lantas dikaitkan dengan ketidakmauan untuk membaca. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rakyat Indonesia “terkesan” kurang berminat dalam membaca. Sekilas memang tergambar bahwa faktor manusianyalah yang menjadi penyebabnya. Akan tetapi jika ditelusuri lebih dalam maka faktor manusia bukanlah satu-satunya penyebab rendahnya minat baca. Diantara penyebab rendahnya minat baca masyarakat Indonesia antara lain:

(lagi…)

Yang Berhak Menjadi Imam September 9, 2009

Posted by satufikr in Addin.
Tags: , ,
add a comment

imamabdulqodirDiceritakan dari Muslim dari Ibnu Mas’ud berkata : Baik menjadi imam suatu kaum orang yang lebih bisa membaca Alqur’an, maka apabila bacaannya itu sama maka yang menjadi imam yang lebih tahu masalah sunnah, apabila pengetahuan tentang kesunnahan sama maka lebih baik menjadi imam suatu kaum adalah yang lebih dahulu hijrahnya, maka apabila kaum hijrahnya sama maka lebih baik yang menjadi imam yang lebih tua usianya, Jangan menjadi imam seorang laki-laki yang menjadi kekuasaan orang laki-laki dan jangan duduk seorang laki-laki di rumahnya seorang laki-laki atas kemuliaan seorang laki-laki kecuali mendapat ijin laki-laki itu.

Menurut hadits diatas maka urutan orang yang berhak menjadi imam adalah :

1. Orang yang bacaan Al Qurannya paling bagus.
Hal ini terkait pula dengan kefasihan dan kelurusan bacaannya, betul makhroj dan tajwidnya serta hukum-hukum bacaan yang menyertainya.

2.Pengetahuan / ilmu tentang sunnah lebih dalam.
Orang yang lebih tahu masalah agamanya diutamakan daripada orang yang pengetahuan agamanya sedikit.

3.Orang yang lebih dahulu hijrahnya.

4.Yang lebih tua usianya.

PERLU KITA RENUNGKAN

Sementara di sebagian masyarakat kita, yang menjadi imam biasanya orang yang paling tua karena dianggap yang paling mengetahui dan mumpuni meskipun dari sisi bacaan terkadang tidak betul dan kurang berhati-hati. Panjang pendek tidak terkontrol, kapan berhenti dan kapan disambung tidak dipedulikan, bahkan membacanya dengan tergesa-gesa pun tidak menjadi soal. Bahkan yang lebih ironis adalah karena derajat, kedudukan maupun status sosial di masyarakat. Dan sayangnya masyarakat juga percaya sekali dan tidak begitu peduli dengan bacaan imam. naudzubillahi min dzalik.

Dari ‘Aqoil dari Ibnu Umar berkata : Barangsiapa menjadi imam pada kaum, apabila orang itu lebih bisa membaca Al-Quran dari pada imam dan lebih pandai tetapi tidak mau menjadi imam maka Alloh merendahkan (membenci) sampai hari kiamat.

Dari hadits ini diterangkan bahwa Alloh akan merendahkan (membenci) seseorang yang bagus dan pandai membaca AlQuran tetapi dia tidak mau menjadi imam dan membiarkan sholat diimami oleh orang yang bacaanya kurang bagus.

PERLU KITA RENUNGKAN

Sementara kita terkadang rikuh (sungkan) jika mengajukan seseorang yang kita pandang lebih baik bacaannya jika ternyata sudah ada imam padahal kita tahu bacaannya kurang bagus.

Upin dan Ipin : tayangan moral dari negeri tetangga Agustus 25, 2009

Posted by satufikr in Opi Niku.
Tags: , , ,
3 comments

Baru-baru ini, tepatnya momen romadhon, televisi berlomba-lomba menayangkan tontonan yang berbau-bau islami. Bahkan jauh hari sebelum romadhon tiba, iklan tayangan sudah beredar. Maksudnya agar penonton tahu dan tidak ketinggalan hari dan jamnya. Hampir seluruh televisi “latah” menayangkan tontonan yang dianggap religi atau yang nyrempet-nyrempet religi. Tapi sayang, ternyata hiburan romadhon di Indonesia di dominasi sinetron dan humor belaka. Yang sama sekali tidak mendidik, justru berpotensi merusak baik moral bangsa juga sakralitas romadhon. Tak jarang romadhon dimaknai dengan saatnya nonton humor, mulai dari sahur sampai buka puasa. Tapi ya gak tahu kok banyak yang seneng.

Ada satu tayangan yang berbeda yang pernah aku tonton dan lumayan suka karena memberi warna berbeda. Upin dan Ipin. Sebuah karya negeri tetangga yang sarat nilai religi dan mendidik sekaligus menghibur. Yang pas ditonton siapa saja karena film ini bercerita tentang kegiatan sebuah keluarga di bulan romadhon. Pas ditonton siapa saja karena anak-anak juga boleh nonton dan bahkan tujuan utamanya adalah untuk anak-anak. Ada dua bocah yang jadi bintang utamanya yaitu Upin dan Ipin yang hidup bersama kakaknya (kak Ros) dan neneknya. Penuh kelucuan, ketika melihat bagaimana kedua bocah ini memahami proses berpuasa. Dan bagaimana tingkah laku anak-anak seusia mereka (menurutku sekitar 5 tahunan) menjalani kehidupan anak-anak sehari-hari. Dan yang pasti bermanfaat bagi pendidikan anak-anak kita.Hanya sayang tidak di dubbing ke bahasa Indonesia. Kalau di dubbing kan jadi bisa dipahami anak-anak kita.

Sebenarnya aku sudah tahu film ini sejak beberapa bulan lalu ketika ngajar di SDIT. Dan sangat terapresiasi ketika ditayangkan di televisi. Dan kalau sedang tidak tilawah atau baca buku biasanya nonton film ini. Lumayan sebagai hiburan. Kapan ya Indonesia bisa bikin film kayak gini?

upinipin

Marhaban Yaa Ramadhan Agustus 21, 2009

Posted by satufikr in Umum.
add a comment

Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan.

*salam dari akhukum fillah*

Mencari Pasangan Hidup Agustus 12, 2009

Posted by satufikr in Seputar NiKaH.
Tags: , , , ,
2 comments

cintcintMenunggu jawaban pertanyaan dengan siapa akhirnya kita bersanding -bagi orang yang belum menikah merupakan sebuah misteri. Di satu sisi menjadikan penasaran dan di sisi lain memberi harapan. Sebagian orang mengatakan jodoh itu tergantung bagaimana usaha kita mencarinya, sebagian lagi menyadari bahwa jodoh itu sudah ditentukan.

Sebagai orang yang belum menikah, aku berpikir bahwa sebenarnya jodoh itu memang tergantung usaha kita mencarinya meskipun itu memang telah ditakdirkan. Bahkan usaha kita itu merupakan salah satu sarana yang diberikan Alloh dalam rangka menjemput takdir (menikah).

Lalu apakah kita bisa memilih pasangan hidup kita? (lagi…)