MENUTUP AURAT ATAU MEMBALUT AURAT
Saat Sesuatu Berjalan Tidak Seperti Harapan
Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha, Allah-lah yang menentukan. Kiranya kata-kata bijak ini sangat tepat dan bisa menjadi sebuah perenungan. Dalam kehidupan manusia tentu tak lepas dari mengharapkan sesuatu. Baik sesuatu itu berwujud benda maupun sesuatu yang tak dapat disentuh raga. Hampir dipastikan bahwa manusia berharap sesuatu terjadi sesuai dengan keinginannya.
Namun ada kalanya apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita berharap hasilnya adalah A, namun kenyataan hasilnya adalah B. Pun juga kita berharap agar dijauhkan dari X, namun ternyata X itulah yang kita dapat. Dan saat ini terjadi maka akan sesuatu yang mengganjal dalam hati kita. Kita mungkin bertanya kenapa sih harus begini? Kenapa sih gak bisa seperti orang-orang lain yang mendapatkan hal-hal menyenangkan? Dan beribu tanya yang lain. Mungkin pula kita menghubung-hubungkan dengan hukum sebab akibat. Kita sudah melakukan apa yang menjadi syarat tercapainya sesuatu. Namun toh akhirnya tidak berhasil. Misal kita sudah bekerja keras, sekeras orang lain, namun hasil yang diperoleh boleh jadi tak sama dengan orang lain.
Sebagai orang beriman sudah barang tentu kita harus menyikapi hal-hal tersebut (yang tidak sesuai harapan-red) dengan iman. Kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa apa yang telah ditakdirkan untuk kita itulah YANG TEPAT dan TERBAIK untuk kondisi kita saat ini. Yakinlah bahwa Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan, sementara kita hanya menduga-duga bahwa kemungkinan apa yang kita minta itu akan membawa kebaikan. Kemudian tumbuhkanlah pemahaman bahwa Allah berbuat sesuai kehendak-Nya. Dan tak seorangpun yang mampu menolak kehendak-Nya. Jangankan seorang, bahkan seluruh makhluk bersatu untuk memberikan bantuan, maka suatu hal tetap takkan terjadi tanpa kehendak Allah.
Jika demikian maka saat kita menjumpai bahwa apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita maka ikhlaskanlah, kemudian yakinlah bahwa inilah yang TEPAT dan TERBAIK untuk kita. Kemudian syukurilah bahwa ternyata kita masih lebih beruntung dari orang lain yang mengalami hal yang lebih menyedihkan dari kita. Jangan pernah menyalahkan takdir.
Wasiat Umar bin Khattab
Semasa Umar bin Khattab masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu:
1. Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.
LO-GUE-END ???
Setelah kita tahu tahapan-tahapan membangun ukhuwah yang ternyata butuh perjuangan maka jangan sampai deh kisah ukhuwah kita berakhir dengan Lo-Gue-End. Sayang banget kaaan?
Nah untuk itu kita perlu tahu apa saja sih perusak ukhuwah yang bisa bikin Lo-Gue-End.
Pertama, memperolok-olok, baik dengan kata-kata maupun dengan bahasa isyarat.. Janganlah kita suka memperolok-olok orang lain manakala kita tidak suka diolok-olok, apalagi belum tentu orang yang kita olok-olok itu lebih buruk dari diri kita. Baik dalam kondisi serius maupun bercanda hindari sikap dan perkataan memperolok-olok karena tidak ada manfaatnya bagi hubungan kita. Justru yang ada adalah rasa direndahkan, sakit hati dan permusuhan.
Kedua, mencaci atau menghina orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan, apalagi bila kalimat penghinaan itu bukan sesuatu yang benar. Manusia yang suka menghina berarti merendahkan orang lain, dan iapun akan jatuh martabatnya.
Ketiga, berburuk sangka, ini merupakan sikap yang bermula dari iri hati (hasad). Sikap ini akan merusak ukhuwah karena kita akan menjadi benci dengan kenikmatan atau keberhasilan orang lain.
Keempat, memanggil orang lain dengan panggilan gelar-gelar yang tidak disukai. Misalnya kita memanggil dengan sebutan si Pendek, si Hitam, si Keriting dan lain sebagainya. Memanggil orang dengan gelar sifat yang buruk juga tidak dibolehkan meskipun sifat itu memang dimilikinya misal si pembohong, si pendusta, tukang gosip dan lain sebagainya. Karenanya jangan dipanggil seseorang dengan gelar-gelar yang buruk. Akan tetapi cukup panggil dengan nama panggilan biasa atau kalau kita tahu nama panggilan yang dia sukai kita panggil dengan nama yang dia sukai itu.
Kelima, mencari-cari kesalahan orang lain, hal ini karena memang tidak ada perlunya bagi kita, mencari kesalahan diri sendiri lebih baik untuk kita lakukan agar kita bisa memperbaiki diri sendiri.
Keenam, bergunjing dengan membicarakan keadaan orang lain yang bila ia ketahui tentu tidak menyukainya, apalagi bila hal itu menyangkut rahasia pribadi seseorang.
Untuk itu kita perlu berhati-hati jangan sampai kita melakukan hal-hal yang bisa merusak ukhuwah kita. Pokoknya jangan sampe ukhuwah kita berakhir dengan Lo-Gue-End.
JALIN UKHUWAH AH….
Pernah dengar kata ukhuwah? Pernah dong ya…Seringkali kita dengar saat kita menyimak pengajian atau tausiyah dari ustadz maupun ustadzah. Btw mungkin ada yang belum terlalu ’ngeh’ apa itu ukhuwah. Ukhuwah apaan yach ???
Kata ’ukhuwah’ berasal dari kata kerja ’akha’ yang berarti saudara. Nah pasti sudah ada gambaran dong mau kemana kita bicara. Yup kita akan berbicara tentang saudara atau persaudaraan.
Makna Ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan Aqidah. Kalau kita tambah kata ’Islamiyah’ di belakangnya menjadi Ukhuwah Islamiyah maka maknanya adalah Persaudaraan diantara umat Islam, yang tidak terpecah belah, yang seperti badan sekujur satu sakit yang lain juga merasakan sakit. Gambaran ukhuwah islamiyah juga dijelaskan oleh Rasulullah saw melalui hadits , “Seorang muslim dengan muslim lainnya, bagaikan bangunan yang saling mengikat dan menguatkan satu sama lainnya “. Hebat banget kaan makna ukhuwah itu (ukhuwah islamiyah-red) ?!
Lalu gimana cara ‘membangun’ ukhuwah itu??
Ukhuwah islamiyah yang sanggup menyatukan kita atas dasar Islam tidak terbentuk begitu saja lho. Ada usaha yang harus kita lakukan agar kita benar-benar merasakan indahnya ukhuwah. Ada tahapan-tahapan yang kita lalui sehingga kita bisa dikatakan telah bersaudara sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Belum dikatakan beriman salah seorang diantara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri ” (HR. Bukhari).
Tahapan-tahapan Ukhuwah ada lima yaitu:
1. Taaruf (saling mengenal)
Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Jelas dong yaa bagaimana mungkin kita akan sayang sesuatu jika kita tak sayang sesuatu itu. Padahal sayang merupakan salah satu tanda bahwa kita bersaudara. Untuk itu tahap yang perlu kita lakukan adalah mengenal. Yang paling mudah adalah dengan kita saling berkenalan. Dengan berkenalan, kita akan merasa lebih akrab dan lebih mudah untuk menyatu dengan saudara kita.
2. Tafahum (saling memahami)
Setelah saling mengenal kita lanjutkan dengan saling memahami. Dengan kita saling memahami maka kita akan tahu lebih lengkap mengenai ’dia’. Kita jadi tahu bagaimana karakternya, bagaimana kesehariannya, bagaimana keluarganya dan masih banyak lagi. Hal ini tentu akan semakin memperkuat ikatan kita dengannya. Dengan tafahum yang baik, kita akan mudah menyatukan hati (ta’alluf), menyatukan pikiran, menyatukan amal, saling menasihati (tanashuh) dan bersama menuju kebaikan.
Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda:
“Tidak beriman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (Shahih Muslim No. 64)
3. Ta’awun ( saling menolong )
Setelah kita saling memahami maka akan timbul rasa untuk mau saling menolong karena rasa cinta yang tumbuh antara kita yang dilandasi keimanan pada Allah.
Allah SWT berfirman :
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maaidah : 2)
4. Takafful (rasa senasib seperjuangan)
Seringnya kita berjumpa dengan saudara kita, bersama berjuang, bersama dalam menghadapi cobaan, semua itu akan menimbulkan rasa senasib sepenanggungan (takafful). Dengan adanya rasa senasib sepenanggungan maka kita akan merasa semakin dekat dengannya. Hal ini akan semakin mudah kita rasakan ketika kita melalui suka dan duka, senang dan susah bersama-sama. Jadi kita bukan teman ketika dia senang saja, tetapi justru mampu menjadi teman di kala dia sedang kesusahan. Begitupun sebaliknya. Dia hadir ketika kita senang dan juga mau hadir ketika kita dalam kesusahan.
5. I-tsar (mendahulukan )
Tahap tertinggi dalam ukhuwah adalah yakni I-tsar (mendahulukan). Dimana kita dengan ikhlas mendahulukan kepentingan saudara kita. Kita tak akan ridha sebelum saudara kita mendapatkan hal yang sama layaknya dengan yang kita inginkan. Hal ini telah dicontohkan oleh para shahabat Rasulullah saw. dan juga para kaum muhajirin dan anshar, sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat :
“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr : 9)
Nah itulah tahapan-tahapan yang perlu kita lalui dalam kaitannya membangun ukhuwah. Sudah sampai tahap ke-berapakah ukhuwah yang telah kita bangun??
lanjut baca Lo-Gue-End ??? yaa biar lengkap…..








Sapaan terbaru