Sudah Nikah Jangan Lebay Laaah….

Tinggalkan komentar

“Ternyata nikah itu enaknya cuma 5%. Yang 95%? Enaaaak sekali..” status seseorang yang baru aja nikah.

“Lagi nyiapin sarapan buat suami tercinta nih.. semoga my hubby senang..” status seseorang yang lain lagi.

“ Pagi sayangku, cintaku…I love you istriku…” wall seseorang di facebook istrinya.

“ Lagi nemenin istri belanja…tugas pertama sebagai suami yang baik.” Tulis yang lainnya lagi.

Belum lagi

Menikah bagi yang baru saja melaksanakannya memang menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Berubah status, berubah nuansa kehidupan dan masih banyak lagi yang lainnya. Banyak cara untuk mengekspresikannya dan sah-sah saja karena memang ditujukan kepada seseorang yang sudah sah.

Tapiiii….. tak jarang bentuk ekspresi seperti itu terkesan lebay, berlebihan dan norak. Haruskah ekspresi sayang dan bentuk perhatian serta aktifitas keseharian dengan suami/istri dituliskan di media umum? Atau mungkin memang pengen diketahui aktifitasnya alias sok ngartis?

Kalau ada yang bilang salahkah hal itu? Kan aku tulis di facebook-ku sendiri atau di facebook suami/istri sendiri bukan suami/istri orang lain?

Teman….. Tak selamanya apa yang kita lakukan harus dinilai dengan benar atau salah. Tahukah kita bahwa teman-teman yang ada di facebook berasal dari berbagai macam karakter manusia, mempunyai berbagai latar belakang yang tak sama, mungkin juga kondisi yang kurang beruntung dibanding kita.

Toleransi. Itu yang ingin saya sampaikan. Diantara teman-teman di facebook, ada yang belum beruntung dipertemukan dengan jodohnya. Boleh jadi dia lebih khusyu’ dalam berdoa, lebih besar penantiannya dalam mendambakan belahan jiwa, namun Allah belum mengijinkan dia menikah. Bayangkan betapa merindunya dia. Diapun pengen sekali mengatakan betapa bahagianya dia menikah, mempunyai suami/istri dan berbagai aktifitas yang semuanya bisa bernilai ibadah.

Bagaimanapun karakter dia, ketahuilah sedikit banyak ada rasa cemburu dengan kemesraan yang ditunjukkan melalui jejaring sosial seperti facebook. Kalau sudah begitu tegakah kita (bagi yang sudah menikah) membuat saudara sendiri cemburu, membuat dia mengangankan kapan tiba waktunya menikah, atau yang paling buruk membuat dia tidak sabar menanti. Bisa jadi dia berkata “ Ya Allah kapankah tiba waktuku? Berapa lama lagi hamba harus menunggu..”
Di sisi lain, kita juga harus berpikir. Untuk apa sih mengumbar kemesraan di dunia maya? Agar semua orang tahu kalau kita sayang banget sama suami/istri? Ingin semua orang tahu kalau kita adalah suami/istri yang baik? Lalu setelah semua orang tahu, apa manfaatnya bagi kita?

Bukankah sebaiknya kemesraan itu lebih kita maksimalkan dalam bentuk kasih sayang di rumah, sementara di luar rumah jangan pula terlalu banyak mengumbar kemesraan. MEMANG SUDAH HALAL, namun TIDAK AHSAN alias GAK BAIK bro n sist.. Bukankah kemesraan itu selayaknya tidak jadi bahan informasi umum. Iya kalau bener-bener seperti itu. Kalau ternyata hanya untuk menutupi kekacauan yang ada di rumah tangga lalu terbongkar aslinya maka akan lebih memalukan lagi.

Tidakkah cukup suami/istri kita saja yang merasakan kasih sayang dan mengakuinya. Tak perlulah berkoar-koar di jejaring sosial. Sama tak perlunya juga menuliskan aktifitas keseharian di facebook.

Kita boleh bilang ”status, status gue, nulis di facebook gue, kenaa elu yang sewot?”
Maka orang lain-pun juga bisa bilang “ facebook, facebook gue, gue yang baca sendiri, knapa status elo yang norak mampir di facebook gue. Jijik deh gue lihatnya…gue unfriend ajalah.. nyampahin facebook gue aja”

Friend, mari kita mulai toleransi di dunia maya. Jangan nulis status-status lebay, komen-komen norak dan wallpost yang enggak banget deh, jangan upload foto-foto kemesraan baik dengan pasangan yang halal apalagi yang belum halal..Jijik lihatnya..Hargai perasaan teman-teman kita yang belum menikah. Bukan mereka tak mau, bukan mereka tak laku tapi yakinlah bahwa Allah punya rencana yang terbaik bagi mereka. Jangan kita sombong, siapa tahu mereka nantinya jauh lebih baik. Mari doakan saja saudara,keluarga dan teman-teman yang belum menikah agar segera bisa ditakdirkan menikah. Bagi yang sudah menikah jangan didoakan bisa nambah lagi. Biarkan dia berdoa sendiri. Biarpun halal dan boleh, hampir semua wanita sepakat bahwa mereka tak ingin dipoligami.

SEDIKIT LAGI

Tinggalkan komentar

Ayo sedikit lagi….
Tinggal sedikit lagi sampai….
Jangan nyerah dong tinggal sedikit lagi kok…

Sesuatu yang ‘sedikit lagi’ bisa bikin kita gemes. Bagaimana tidak, ’sedikit lagi’ berarti apa yang kita harapkan segera akan tercapai. Tapi ’sedikit lagi’ juga menuntut kita untuk ekstra bersabar. Banyak lho orang yang tidak bersabar terhadap yang ’sedikit lagi’ itu. Banyak yang gagal di tahapan yang tinggal ’sedikit lagi’. Inilah yang namanya ujian.

Bahkan dalam akhir kehidupan manusia, setan pun akan mencuri kesempatan untuk melalaikan manusia dari menyebut dua kalimat syahadat.

Nafsu Manusia

Tinggalkan komentar

Hawa nafsu yang terus merayu
Melenakan manusia dalam sekejap
Lalu menenggelamkannya jauh
Ke dasar kenistaan

Hanya orang-orang yang mampu ingat hakikat penciptaannya
Kembali merasakan pengawasan-Nya
Bahwa Dia Maha Melihat dan Menghitung
Yang mampu menyelamatkan dirinya

Nafsu betapa lembutnya ia merayu
Merasuk halus melalui buluh nadi
Hanya mampu dilawan dengan iman
Dan pertolongan-Nya

Jangan pernah berputus asa
Dia Maha Pengampun
Betapapun banyak dosa yang kita lakukan
Ampunannya jauh lebih banyak

Ya Robb ampuni aku…

Tahapan -Tahapan Ta’aruf Via BIODATA

2 Komentar

Pada postingan sebelumnya telah dibahas bahwa jodoh salah satunya diperoleh lewat biodata. Tentu saja tidak serta merta ada biodata, kita setuju lalu jadi. Ada tahapan-tahapan atau proses yang harus dilalui. Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya kita coba menggali apa sih enaknya atau kelebihan via BIODATA ini. Tentu saja setiap cara ada kelebihan dan kekurangan. Tapi asalkan semuanya berpangkal pada bahwa mencari jodoh juga berarti mencari keridhoan Alloh maka jika kita ikhlas menjalani semuanya karena Alloh maka akan menjadi lebih ringan.

Ini dia kelebihan via BIODATA:

  1. Belum saling mengenal sehingga keputusan diambil dengan lebih mudah (terutama untuk bilang tidak alias menolak) karena belum tahu satu sama lain.
  2. Kita bisa memilih mana yang menurut kita lebih cocok dan sepadan dengan kita. Bisa milih dari daerah mana, atau latar belakang bagaimana, atau profesi apa dan lain sebagainya. Tapi ingat bahwa terlalu banyak kriteria yang bukan syar’i akan mempersulit diri. Jadi harus berani dan bijak dalam mempertimbangkan.
  3. Kita bisa mengetahui gambaran besar karakter seseorang sehingga kalau nantinya jadi maka sedikit banyak kita telah tahu karakternya. Jadi lebih mudah menyesuaikan.

Ada kelebihan ada pula kelemahannya. Adapun kelemahannya bahwa dalam proses ini dituntut kejujuran masing-masing pihak (ikhwan-akhwat) dalam menuliskan karakter dan kriteria masing-masing. Meskipun nantinya juga akan ketahuan jika ada kepalsuan atau kepura-puraan. Sehingga jika ada yang tidak jujur maka akan menyakiti yang lain dan bisa pula jadi tidak percaya dengan proses semacam ini.

Setelah tahu kelebihan dan kelemahannya maka tinggal kita pilih mana yang sesuai dengan diri kita. Memang tak ada paksaan untuk mencari lewat cara apa yang penting kita tahu aturan masing-masing cara.

Mari kita masuk ke inti bahasan yaitu tahapan-tahapan ta’aruf (perkenalan) via BIODATA:

  1. Menulis biodata mengenai diri sendiri, baik data pribadi maupun gambaran tentang keluarga kita. Jangan khwatir silakan minta blanko ke Murobbi atau Murobbiyahnya masing-masing. Isi dan buat dengan sejujur-jujurnya dan terbuka (terutama abtraksi tentang keluarga dan kepribadian). Insya Alloh kalau sempat ane postingkan juga contoh biodata dan abstraksi.
  2. Setelah itu berikan ke murobbi atau murobbiyah masing-masing. Ingat jangan serahkan ke murobbi/ah orang lain.hehehe.. Karena nanti akan dilampiri rekomendasi dari murobbi/ah-nya. Nah setelah itu kita tinggal menunggu untuk diproses. Jangan menganggap prosesnya bakal cepat begitu mengumpulkan esok harinya langsung dipanggil audisi..hehehe.. Harus sabar menunggu karena biodata yang numpuk juga banyak. Terutama bagi akhwat biasanya lebih lama karena data yang numpuk bisa beberapa kali lipatnya dibanding datanya para ikhwan. Rata-rata antara 1 bulan sampai bertahun-tahun. Untuk itu berdoa saja semoga disegerakan.
  3. Untuk proses selanjutnya akan kita bagi menjadi proses ikhwan dan akhwat. Karena ada beberapa perbedaan untuk selanjutnya bisa menyatu kembali.Proses ikhwan:
    Ikhwan mendapat biodata dari murobbi. Biasanya dalam satu kali bisa dapat antara 1-3 biodata. Silakan baca dan pelajari masing-masing biodata. Setelah itu sholat istikhoroh untuk memutuskannya. Biasanya diberi tenggat waktu antara 1-2 minggu. Dalam kasus khusus ada pula yang sampai 2 bulan.hehehe.. Tapi lebih tepat (antara 1-2 minggu itu) lebih baik. Jangan menahan biodata terlalu lama, takut mendzolimi akhwatnya. Setelah mantap dengan salah satu (ingat!!! mantap dengan salah satu, tidak boleh mantap dengan dua biodata) segera beritahukan murobbi agar segera disampaikan ke pihak akhwatnya (tentu saja melalui murobbiyahnya). Sampai tahap ini jangan senang dulu, karena masih harus menunggu persetujuan akhwat untuk tahap selanjutnya.
    Nb: Kalau tidak sreg dengan biodata-biodata yang diperoleh ya silakan segera pula kembalikan ke murobbi, untuk nanti dicarikan biodata baru lagi.Proses akhwat:
    Setelah ikhwan menyatakan memilih biodata akhwat maka murobbi sang ikhwan akan menghubungi murobbiyah sang akhwat untuk menyampaikan biodata sang ikhwan. Dalam hal ini akhwat hanya memperoleh satu biodata saja. Silakan baca dan pelajari biodatanya. Setelah itu sholat istikhoroh untuk memutuskannya. Biasanya diberi tenggat waktu antara 1-2 minggu. Hampir sama juga dengan ikhwan. Jangan terlalu lama karena ikhwan juga menunggu sambil harap-harap cemas.hehehe… Baik menerima atau menolak untuk proses selanjutnya harap segera hubungi murobbiyahnya. Kalau sudah menyatakan setuju maka siap-siap untuk proses taaruf nyata dengan bertemu. Siapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin masih mengganjal di hati dan butuh untuk ditanyakan. Karena ada pengalaman beberapa teman yang ketika taaruf bingung apa yang mau ditanyakan. Sementara juga bingung kalau tidak bertanya..Gimana tuh jadinya?
    Nb: kalau menolak biodata berdoalah semoga biodata yang akan datang lebih cocok dan juga tidak terlalu lama.Kembali ke proses ikhwan:
    Setelah menyatakan setuju dan menghubungi murobbiyahnya maka selanjutnya murobbiyah akhwat akan menghubungi murobbi ikhwan yang intinya menyampaikan bahwa sang akhwat setuju untuk lanjut. Begitu juga kalau akhwat tidak menginginkan lanjut, akan disampaikan lewat murobbi ikhwan. Agar lebih terjaga hatinya. Nah makanya tadi dibilang jangan senang dulu karena masih ada dua kemungkinan jawaban diterima atau ditolak. Berdoalah agar yang terbaik yang kita dapat. Kalau ditolak ya mohon ke murobbi untuk segera dicarikan lagi. Kembali mulai tahap 3 ini dari awal.
  4. Setelah ikhwan dan akhwat setuju untuk lanjut maka agendakan kapan bisa taaruf nyata dengan bertemu. Ini harus ada kesepakatan dan juga tidak terlalu lama kecuali ada alasan syar’I yang memaksa untuk menunggu.
  5. Dalam proses pertemuan pertama ini akan didampingi masing-masing murobbi dan murobbiyah. Jangan berpikir ketemuannya cuma berdua saja.hehehe.. Tujuannya adalah lebih mengenal karakter masing-masing dengan lebih dalam dan sekalian nadzor (melihat). Nah caranya bisa dengan pemaparan alias presentasi lalu dilanjutkan tanya jawab (mirip wawancara seleksi hehehe) atau langsung tanya jawab tentang hal-hal yang memang urgen (penting) untuk ditanyakan. Makanya tadi disampaikan tulis pertanyaan-pertanyaan yang harus disampaikan agar tidak menyita waktu dan yang pasti lebih mengena sasaran. Tips: tanyakan hal-hal yang prinsipil saja. Meskipun untuk hal-hal yang tidak prinsipil tetapi jadi pertimbangan penerimaan juga boleh ditanyakan. Semisal rencana tempat tinggal setelah nikah, pekerjaan istri dan lain-lain. Intinya jangan mempersulit diri, tetapi segala ganjalan bisa terungkapkan. Jujur saja dan jangan takut mengungkapkan yang sebenarnya. Dalam proses ini bisa berlangsung cepat, ada pula yang lamaaa sekali. Tergantung banyak tidaknya hal yang harus ditanyakan dan dibahas. Biasanya cukup sekali ketemu, tetapi ada juga yang meminta pertemuan selanjutnya dikarenakan banyak hal yang harus ditanyakan lagi.
  6. Setelah taaruf pertama ini, masing-masing kembali beristikhoroh untuk menentukan apakah yakin atau tidak setelah mendengar jawaban dan pemaparan langsung dari pihak yang diajak taaruf. Dalam memutuskan silakan diskusi dengan orangtua mengenai pihak yang telah mengajak/diajak taaruf. Boleh juga bertanya pada murobbi, tanya pendapatnya dan pertimbangannya. Setelah mantap maka silakan beritahukan kepada murobbi/ah masing-masing mau lanjut atau tidak. Nanti antar murobbi akan berkomunikasi dan menyampaikan hasil/jawaban dari pertemuan pertama. Dalam hal ini sang ikhwan akan ditanya terlebih dahulu oleh murobbinya, mau lanjut atau tidak. Baru setelah itu murobbi sang ikhwan akan menghubungi murobbiyah sang akhwat. Murobbiyah sang akhwat akan menyampaikan jawaban ikhwan kepada sang akhwat. Murobbiyah juga akan mendengarkan jawaban akhwat apakah lanjut atau tidak. Lalu akan dikomunikasikan lagi dengan murobbi sang ikhwan utnuk selanjutnya disampaikan kepada sang ikhwan. Alhamdulillah kalau semua menginginkan lanjut, kalaupun tidak berarti kembali ke proses nomer 3 lagi. Mulai dari awal lagi…
  7. Proses selanjutnya yaitu masing-masing pihak mempresentasikan sang calon (afwan saya bahasakan demikian biar gampang memahaminya) kepada orangtua. Biasanya orangtua akan bertanya mengenai latar belakang sang calon dan berbagai hal lainnya. Silakan jawab apa adanya. Jangan membaik-baikkan atau memburuk-burukkan. Karena ini akan kita pertahankan jangka panjang dan penerimaan orangtua harus dipertimbangkan. Jangan sampai kita menikah tapi orangtua tidak setuju.. gak banget deh..Hasil dari tahap ini juga akan berpengaruh terhadap tahap selanjutnya. Kalau orangtua tidak setuju berarti cukup sampai di sini. Berarti mengalami kegagalan dan harus mulai dari awal lagi.
  8. Setelah semua setuju maka biasanya ada kunjungan dari pihak ikhwan baik didampingi murobbi atau teman kepada orangtua akhwat. Tujuannya mengenalkan diri dan menyampaikan maksud untuk serius dengan putrinya. Di sini pula orangtua akhwat akan bertanya mengenai latar belakang ikhwan. Jawab dengan jujur dan apa adanya. Jangan membaik-baikkan jangan pula memburuk-burukkan. Dari pertemuan ini orangtua akhwat akan menilai ikhwan apakah pantas untuk diterima atau tidak. Makanya bikinlah kesan pertama yang menyenangkan tapi jujur jangan dibuat-buat..hehe..Di sini pula orangtua akan menjawab langsung atau menjawab lewat pemberitahuan selanjutnya. Tapi biasanya orangtua sudah setuju. Tetapi tidak menutup kemungkinan orangtua tidak setuju yang berarti proses dinyatakan gagal.
  9. Setelah orangtua akhwat setuju maka selanjutnya adalah pertemuan antar keluarga. Dalam adat Jawa, orangtua ikhwan berkunjung ke orangtua akhwat untuk memperkuat maksud sang ikhwan. Jika sudah sampai tahap ini maka secara resmi berarti sang akhwat telah dipinang. Meskipun sebenarnya sejak ikhwan datang baik dengan murobbi atau teman ke rumah orangtua akhwat berarti sang akhwat telah dipinang.
  10. Untuk selanjutnya masuk ke proses menuju pernikahan. Ini tergantung adat istiadat masing-masing daerah.

Demikian gambaran besar bagaimana ta’aruf / perkenalan yang didahului dengan biodata. Mungkin terlihat ribet dan sulit tetapi yakinlah kalau sudah menjalani insya Alloh cukup mudah dan sederhana. Yang penting tahu aturan-aturannya.. Yang pasti janganlah menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dikenal dan tidak jelas asal-usulnya baik secara syar’i maupun secara manusiawi. Makanya fungsi taaruf adalah mengenal calon pasangan hidup. Meskipun awalnya gak kenal tetapi pastikan sebelum menikah sudah kenal.

NB: Yang namanya jodoh itu segala prosesnya insya Alloh mudah. Jadi kalo sudah sulit berarti kemungkinan besar proses akan mengalami kegagalan. Jadi persiapkan hati untuk tidak berharap jika rasa-rasanya prosesnya kok sulit.

*bandung, 22-11-2011, memenuhi janjiku pada seseorang.. :)

“Yakinkah Aku?” atau “Ragukah Aku?”

Tinggalkan komentar

Setiap kita pasti pernah mengalami yang namanya keraguan menghadapi sesuatu. Entah itu berkaitan pekerjaan, pilihan (bisa jodoh atau barang). Dan secara psikologis manusia jika dihadapkan dengan pilihan atau mungkin diminta menerima atau menolak sesuatu pasti ada waktu buat mikir. Memilih mana yang terbaik diantara pilihan-pilihan atau menerima apapun yang akan diberikan.
Sebagai contoh, kita akan beli sepeda motor. Pasti kita dihadapkan dengan pilihan pabrikan (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Bajaj, TVS atau pabrikan China). Setelah itu baru memilih merek/ varian (motor sport, motor bebek, motor matic). Setelah berhasil diperoleh masih juga dihadapkan pada “Yakin atau tidak dengan pilihan ini”
Contoh lain, kita diberi kesempatan untuk belajar ke luar negeri. Berdasar pengalaman di sana, kesempatan itu hanya datang satu kali seumur hidup. Kita akan dihadapkan pilihan untuk ikut atau tidak. “Yakin atau tidak dengan pilihan tersebut”.
Masih banyak contoh lainnya. Bahkan untuk hal kecil saja kita dihadapkan pada pilihan. Semisal apakah kita akan membeli membeli makan di warteg atau restoran, beli barang satu buah atau dua buah dan lain-lain.
Setiap kejadian itu mengharuskan kita untuk memilih. Memilih bukan pekerjaan mudah. Di sana melibatkan banyak pertimbangan dan pengalaman-pengalaman serta prediksi ke depan. Kalau Yakin maka kita maju kalau Ragu kita mundur.
Adakalanya kita bertanya pada diri sendiri untuk meyakinkan. Sering kita bertanya “ Yakinkah Aku?”. Seringnya kita ragu menjawab. Diamnya hati kita belum tentu menjawab bahwa kita memang yakin. Bisa juga sangat tidak yakin. Secara psikologis kita lebih memilih diam untuk menyembunyikan perasaan ragu. Jadi diamnya kita lebih banyak berarti ‘aku tidak seyakin yang ditanyakan’.
Lalu bagaimana meyakinkan diri? Kita diakui akan lebih mudah menyangkal hal-hal berbau negative. Semisal ditanya “ Apakah kamu takut?” Kebanyakan kita menjawab “Ah enggak, siapa bilang” lalu untuk membuktikannya kita akan berbuat sesuatu yang menunjukkan bahwa kita tidak takut.
Mari kita terapkan pada pertanyaan untuk meyakinkan diri. Jika kita sering bertanya “yakinkah aku?” dan akhirnya kita juga belum mendapat jawaban, maka kita ganti dengan “ragukah aku?”. Maka secara naluriah kita akan menjawab dalam hati “ Siapa yang ragu? Aku tidak ragu kok”. Lalu hati akan meminta pembuktian. “Buktikan kamu gak ragu!” Maka kita akan dapat berbuat dengan yakin yang menunjukkan kita mantap memilih.
Jadi jika pertanyaan “yakinkah Aku?” tidak mampu member kita kemantapan, kita ganti dengan pertanyaan “ Ragukah Aku?” dan jawablah segera lalu buktikan.
-Salam Semangat-

BERBAGAI CARA MENDAPATKAN JODOH

Tinggalkan komentar

Jodoh. Apa sih yang dimaksud jodoh? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, jodoh itu:
n 1 orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: 2 sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: 3 cocok; tepat:

Berdasarkan arti tersebut mari kita fokuskan untuk memahami dengan 1 orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan. Memang dalam banyak kesempatan ketika kita bicara tentang jodoh ya akan mengerucut kepada makna pasangan hidup.

Dari dulu jodoh memang sebuah hal yang misterius sampai kita menemukannya dan meresmikannya dalam sebuah akad nikah. Sebelum masa itu tiba kita belum tahu apakah jodoh atau bukan. Yang ada adalah seseorang yang diharapkan menjadi jodoh kita. Lantas apakah setelah akad nikah bisa disebut jodoh? Kita lihat makna kedua dan ketiga yaitu 2 sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: 3 cocok; tepat: Nah dari situ kita lihat apakah nantinya ada kecocokan atau tidak. Jika ada kecocokan yang berakibat langgengnya ikatan pernikahan berarti memang jodoh. Tetapi jika ternyata banyak ketidakcocokkan yang berakibat perceraian berarti memang tidak jodoh.

Mari kita bicara tentang mencari jodoh. Mencari jodoh itu bisa dikatakan gampang-gampang susah atau susah-susah gampang. Banyak orang yang katanya mencari-cari sejak lama namun tiada ketemu juga. Ada pula yang sekali ketemu eee… langsung cocok.

Jodoh memang misteri. Mungkin kita gak menyangka hadirnya lewat mana atau mungkin dari langit mana ia turun.hehe. Yang pasti dia tidak hadir tanpa sebab dan tanpa perantara. Nah berbagai macam cara atau perantara yang bisa menyampaikan kepada jodoh kita.

Dari TEMAN

Tak salah jika dalam sebuah hadits disebutkan bahwa silaturahim dapat mendekatkan rejeki dan memperpanjang umur. Termasuk rejeki adalah jodoh. Untuk itu perbanyak silaturahim dengan teman, cari banyak teman, buat koneksi baru setiap hari, jaga persahabatn yang sudah terjalin. Siapa tahu dari salah satu sekian teman ada yang berniat baik atau melihat kebaikan kita sehingga mau menjodohkan dengan temannya atau bahkan saudaranya.

Dari KELUARGA

Biasanya kalo disebut dari keluarga pasti banyak yang bilang ‘bukan jamannya siti nurhaliza eh siti nurbaya’. Apa sih yang salah dengan perjodohan? Kebanyakan kita menganggap perjodohan adalah hal yang buruk karena terkesan ada pemaksaan dari pihak keluarga. Tapi jangan keburu menolak jika akan dijodohkan. Lihat dulu siapa tahu orang yang dijodohkan itu lebih baik dari yang pernah kita temui atau mungkin pernah kita harapkan. Kalaupun tidak berkenan juga yakinlah orangtua sekarang sudah banyak yang toleran dan bisa memahami. Dan semoga orangtua kita termasuk model yang toleran.

Dari BIODATA

Cara yang satu ini tergolong jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Tetapi masyhur di kalangan aktifis dakwah. Cara ini memang agak berbeda dari dua cara di atas, tetapi juga tidak terlepas dari dua cara yang telah disebutkan. Dengan biodata maka kita akan mendapat gambaran calon dengan membaca datanya, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan untuk mengklarifikasi biodata dan menanyakan hal-hal yang perlu. Tentu saja pertemuan tidak bisa hanya dua orang perlu pendamping, bisa teman atau keluarga. Maka saya bilang cara ini tetap membutuhkan rekomendasi teman atau keluarga.

Untuk itu janganlah kita terfokus pada satu cara saja. Banyak cara mendapatkan jodoh. Jika satu cara belum berhasil jangan sungkan cari pake cara yang lain. Dan cara pun tidak terbatas hanya 3 hal di atas masih banyak lagi seperti dari tempat kerja, karena satu pengajian, satu komunitas, satu event dan masih banyak lagi. Tetapi dari kesemuanya itu pasti melibatkan Teman atau keluarga atau kolaborasi teman dan keluarga. Mari bersemangat dalam mencari jodoh. Yakinlah suatu saat kita akan menemukannya, yang terpenting adalah usaha.

#Bandung, ditemani Ada Band dan Rhoma Irama

Jaga Hati Kita, Ukhti…

Tinggalkan komentar

Subhanalloh..
Maha Suci Alloh yang telah menciptakan cinta
Yang mana dengannya kita manusia bisa bertahan hidup
Menjalani hari demi hari dengan penuh arti

Ya Robb..
Syukurku atas anugerah cinta ini
Yang dengannya aku menatap hari dengan semangat lebih
Yang dengannya telah Engkau lembutkan hati ini

Ya Robb..
Syukurku atas cinta yang Engkau tumbuhkan di hatinya
Yang dengan mengharap ridho-Mu dia menerimaku
Yang dengannya pula bunga-bunga cinta bermekaran

Ya Robb..
Atas anugerah-Mu yang indah ini kumohon pada-Mu
Jangan jadikan rasa ini menjadi sebab maksiyat pada-Mu
Baik hati kami maupun raga kami

Ya Robb..
Jaga hati kami dari segala interaksi yang berlebihan
Yang akan mengotori hati kami
Berilah kesabaran pada kami untuk tetap pada batasan-Mu

Ya Robb..
Jadikan hari-hari kami menanti saat itu tiba
Diliputi oleh kebahagiaan dan harapan
Dipenuhi oleh perbaikan diri dan penjagaan niat suci

Ya Robb..
Sucikan hati kami, luruskan niat kami hanya untuk
Mendapat ridho-Mu dengan mengikuti perintah-Mu
Serta mengikuti sunnah Rosul-Mu

Ya Robb..
Kuserahkan seluruh hati ini pada-Mu
Tiada pemilik hati ini kecuali Engkau
Yang lebih mengetahui dari diri kami sendiri

Ya Robb..
Tetapkan hati kami pada dien-Mu
Tetapkan hati kami pada ketaatan pada-Mu
Kabulkan ya Robb

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.